Gaya Hidup yang Merusak Karir Vokalis Aerosmith - Male Indonesia
Gaya Hidup yang Merusak Karir Vokalis Aerosmith
MALE ID | News

Steven Tyler, vokalis band legendaris beraliran rock Aerosmith, beberapa waktu lalu membeberkan kisah yang kelam selama dirinya menjadi pecandu narkoba.

daigooliva/wikipedia

Dalam sebuah episode berjudul “Objectified” di Fox News, Steven Tyler menceritakan pengalamannya yang tidak jauh dari alkohol dan obat-obatan terlarang pada akhir tahun 70-an hingga awal 80-an.

“Bisa dibilang aku adalah pribadi yang mudah ketergantungan. Lalu, aku menemukan obat-obatan terlarang favorit dan tidak bisa berhenti menggunakannya,” kata Tyler.

“Namun akhirnya aku sadar telah menyakiti keluargaku, anak-anakku, hidupku serta band. Aku terjun ke jalan yang salah, terperosok ke dalam lubang,” katanya lagi.

Ia kerap mengonsumsi narkoba bersama rekan satu band-nya, Joe Perry dan dikenal sebagai Toxic Twins lantaran betapa besar kecanduan mereka terhadap obat-obatan dan alkohol.

Bahkan, akibat hal itu, kedua gitaris Aerosmith, Joe dan Brad Whithford memutuskan hengkang karena berseteru perihal dampak narkoba terhadap kelangsungan band.

Beruntung, Joe dan Brad kembali bergabung dengan Aerosmith di tahun 1984. Steven Tyler menyelesaikan masa rehabilitasi serta dinyatakan bebas dari narkoba dua tahun kemudian.

Akan tetapi, vokalis yang terkenal dengan suara melengkingnya tersebut kembali mengonsumsi barang haram pada tahun 2009 meski tidak lama. Sekarang, ia benar-benar sudah bersih.

“Aku baru saja mencatatkan rekor bersih dari narkoba. Sangat sulit bertahan di industri ini tanpa narkoba, karena orang-orang butuh sedikit pelampiasan. Dan Aku tidak akan menyalahkan mereka yang mengonsumsi narkoba,” tuturnya kepada Contact Music.

Karyanya Sukses di Pasaran
Sekadar catatan, bersama band yang didirikan di tahun 1970 itu ia telah menghasilkan sedikitnya 22 album.

Beberapa lagunya bahkan masih digemari sampai detik ini, sebutlah Crazy, Jaded, Sweet Emotion, Walk This Way, I Don’t Want to Miss a Thing, dan Dream On --lagu yang didedikasikan untuk korban pengeboman maraton Boston di tahun 2013 lalu.

Batal Konser di Indonesia
Rencana Aerosmith mengadakan konser bertajuk Global Warming Tour di Indonesia pada Mei 2013 terpaksa dibatalkan terkait masalah keamanan. Namun mereka tidak menjelaskan apa persisnya persoalan keamanan yang mereka khawatirkan.

“Sayang sekali kami harus membatalkan pertunjukan kami di Jakarta. Kami meminta maaf kepada seluruh penggemar yang telah berharap bisa bertemu kami. Suatu hari nanti, kami ingin mewujudkannya,” demikian pernyataan sang manajemen band.

Fokus Menggarap Album Solo
Pernyataan manajeman Aerosmith seolah tiada artinya. Sebab, band tersebut berencana bubar. Walau belum menemui titik terang, mereka sudah tidak lagi tampil di hadapan publik sejak September 2015.

Disinyalir faktor usia personel menjadi penyebab utama Aerosmith vakum. Sementara kabar terakhir, Steven Tyler sendiri lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggarap album solo yang mengusung aliran musik country. [GP]

SHARE