Kisah Permainan Kuno yang Kini Mendunia | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Kisah Permainan Kuno yang Kini Mendunia
Sopan Sopian | Story

Sepak bola bukanlah permainan baru anak-anak di desa-desa atau perkotaan. Perjalanannya menjadi cabang olahraga yang kini mendunia, dimulai sejak lama atau bahkan bisa dikatakan sebagai permainan yang layak disebut kuno, karena sudah ada dari ratusan tahun yang lalu.

Photo by Simon Shim on Unsplash

Menurut laman acient-origins, tidak ada olahraga (kuno) lain yang bisa bertahan hingga adanya Piala Dunia FIFA. Bahkan sejauh ini sepak bola menjadi olahraga paling populer di dunia. Bagaimana permainan bola kuno ini bertahan hingga hari ini untuk menjadi acara olahraga raksasa yang dinikmati di seluruh dunia?

Association sepak bola, jelas merupakan turunan dari permainan kuno yang membentang dunia. Banyak budaya memiliki permainan sepak bola sejak zaman prasejarah. Pahsaherman adalah sebutan untuk penduduk asli Amerika, Suku Moari (New Zealand) menyebutnya Ki-o-rahi, dan Pribumi Australia menyebutnya Marn Grook. Mesoamericans terkenal memainkan bola berbahaya dan mematikan sekarang disebut Ulama.

Sekelompok aborigin bermain sepakbola di Guiana/FOTO: Fma12/wikipedia

Dari Cina ke Jepang
China mengklaim permainan 'sepak bola' tercatat paling awal berasal dari periode Negara Berperang (476 SM - 221 SM). Cuju (kickball), adalah olahraga kaki dan bola kompetitif yang melibatkan menendang bola ke gawang. Seperti hari ini, tangan tidak diizinkan menyentuh bola. 

Bola ini awalnya adalah kulit yang diisi dengan bulu untuk membuatnya tetap ringan, tetapi oleh Dinasti Tang bola itu berisi udara. Kemudian jaring (gawang) digantung 30 kaki (sembilan meter) dari tanah.

Seperti saat ini, pada masa itu pula permainan bola hanya menggunakan kaki untuk mengontrol bola saat berlari, lewat, dan mencetak gol. Teknik ini menunjukkan keterampilan fisik yang luar biasa. Sehingga mungkin mengapa penyebutannya adalah Cuju pada awal mulanya, yang artinya latihan manual militer dari abad ke-3 SM. 

'Permainan' itu untuk latihan kebugaran dengan intens dan penuh kekerasan, tetapi akhirnya popularitas olahraga berpindah ke kelas atas dan istana kerajaan, dan itu dimainkan untuk hiburan di kota-kota kaya. Pertandingan Cuju sering diadakan di dalam istana kekaisaran.

Prajurit yang berasal dari tentara kekaisaran dan Penjaga Burung Emas sering membentuk tim Cuju untuk menyenangkan kaisar dan istananya. Tingkat tim cuju wanita kala itu juga meningkat. Cuju bahkan menjadi populer di kalangan cendekiawan dan intelektual, dan jika seorang punggawa tidak memiliki keterampilan dalam permainan ini, ia bisa menempatkan dirinya dengan bertindak sebagai pencatat skor.

Cuju dalam berbagai bentuk dimainkan di Korea, Jepang dan Vietnam. Versi Jepang, Kemari, adalah permainan kickball yang diperkenalkan ke Jepang oleh China pada beberapa waktu sebelum 644 AD. Salah satu referensi paling awal untuk permainan ini dan dapat ditemukan di  Nihon Shoki,  buku tertua kedua sejarah Jepang klasik.

Aspek kompetitif dan kekerasan dilucuti, dan tujuan dari permainan adalah untuk bekerjasama dengan pemain lain menggunakan kaki mereka jangan sampai bola tersentuh lawan bagaimana pun caranya. Hal ini biasa disebut skiler atau menggocek bola untuk mengecoh lawan. Saat ini, teknik dan gerak kaki yang terampil untuk menjaga bola merupakan bagian yang menyenangkan dari olahraga ini, sebut saja salah satu dari sang ahli adalah Cristiano Ronaldo.

Dari Yunani ke Inggris
Sebuah permainan bola Yunani kuno yang terkenal, Episkyros, sering dikaitkan dengan sepak bola, karena ada ukiran dalam batu yang dipamerkan di National Archaeological Museum, Athena, meski bagian sebenarnya dalam cerita olahraga ini kurang jelas.

Pemain sepakbola Yunani kuno menyeimbangkan bola/FOTO: Pudpon/wikipedia

Episkyros fokus pada kerja sama tim, di mana dua tim dengan 12 hingga 14 pemain masing-masing berhadapan dengan satu bola. Tidak seperti sepak bola, permainan ini justru lebih mirip football, di mana tangan bisa digunakan untuk melempar atau menerima bola.

Di tanah yang lain, sepak bola dimulai pada pertengahan abad ke-19 di Inggris. Klub sepak bola telah ada sejak abad ke-15, tetapi itu tidak terorganisir dan tanpa status resmi. Permainan kaki dan bola dimainkan oleh sekelompok besar orang dengan menendang kandung kemih babi melalui jalan yang satu ke jalan yang lain. Karena bermain di jalanan, akhirnya menyebabkan gangguan di kota-kota dan bahkan dilarang di beberapa titik.

Beberapa sejarawan percaya Inggris (Sheffield) dan Skotlandia (Edinburgh) adalah negara pertama yang memiliki tim bertanding satu sama lain di tahun 1800-an. Perdagangan Kerajaan Inggris yang gencar dengan negara-negara lain menyebarkan sepakbola jauh dan luas, hal itu dijelaskan Penulis John Doyle dalam bukunya The World is a Ball. 

Sebuah pertandingan sepak bola antara Thames dan klub Townsend, dimainkan di Kingston upon Thames, London, 1846/FOTO: Fma12/wikipedia

Karena hanya bola dan kaki yang benar-benar diperlukan dalam permainan, sehingga permainan ini menjadi permainan yang murah dan menyenangkan yang dapat dilakukan oleh semua kelas, baik itu kaya atau miskin, dan membuatnya menjadi permainan yang digandrungi. Jadi meskipun Kerajaan Inggris mengalami kemerosotan, popularitas sepak bola meningkat, dan negara-negara mengembangkan versinya sendiri-sendiri.

Hari ini, di bawah badan sepak bola dunia (FIFA) mencakup 211 asosiasi nasional, sepak bola memiliki kompetisi khusus yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali (Piala Dunia/World Cup). *** (SS)

SHARE