Peran Media Sosial Bisa Mengubah Industri Hiburan - Male Indonesia
Peran Media Sosial Bisa Mengubah Industri Hiburan
MALE ID | Digital Life

Saat membuka media sosial seperti Instagram atau Facebook, mungkin Anda sering melihat sebuah tayangan video iklan berbentuk film, iklan bersponsor, dan atau konten asli dari merek media utama. Mungkin Anda juga pernah melihat sebuah iklan yang dikemas dengan pertarungan The Avengers: Infinity War.

media sosial - Male indonesiapexels.com

Pernah Anda merasa aneh, mengapa sekarang media sosial dipenuhi dengan tayang film pendek baik untuk iklan atau konten asli dari pihak media sosial itu sendiri? Jadi, lupakan baliho dan lupakan Hollywood. 

Mengutip laman digitalrends, generasi selanjutnya dari perusahaan media akan dibangun untuk memanfaatkan fakta itu, artinya akan mengaitkan film dan iklan serta konten bermerek ke dalam satu aliran hebat yang  ingin semua orang tonton dan berbagi.

Salah satu yang memanfatkan itu adalah Miller/Datri Entertainment, studio film independen baru dan perusahaan pembuat konten yang dibangun di atas prinsip tersebut. Miller sendiri merupakan salah satu dari 30 orang di bawah usia 30 yang berhasil dalam dunia marketing dan advertising versi Forbes.

Miller dan Datri mengaku, studio film kecil itu mulai syuting untuk pertama kalinya di Los Angeles dengan dibintangi oleh Lew Temple dari The Walking Dead dan Daniel Harris dari film-film Halloween. Mulai darisanalah, Miller dan Datri membawa kreasinya ke dalam bentuk film hingga konten bermerek (iklan berbentuk film) untuk media sosial.

"Kami adalah studio film pertama yang memproduksi konten bermerek, kami memproduksi konten video berdurasi pendek," tutur Miller. 

Dalam laman millerdatripictures.com, film garapan terbarunya dan masih dalam garapannya itu adalah film horor berdurasi pendek berjudul “Come, Said the Night". Film ini bercerita tentang Sprout Grady yang masih berusia 13 tahun. Bersama keluarganya ia pergi berlibur ke sebuah daerah terpencil untuk menandai kematian saudara perempuannya.

Kemudian ia meyakini ada monster yang sedang menghantui hutan di dekatnya. Atas dasar itu, kemudian ada misi untuk menaklukkannya, ia kemudian mengungkap sebuah rahasia mengerikan mengguncang inti dari semua yang ia pikirkan.


Salah satu film pendek Miller/Datri Entertainment

Media Sosial Mengubah Industri Film
Produksi dan distribusi sinema adalah lembaga tertutup. Sekarang ini adalah hal yang sangat berbeda, mereka telah membuka ke dunia komunikasi, kontribusi dan masukan penggemar, hingga hubungan tingkat yang sama dengan dimediasi oleh sarana digital. Hari ini sangat sulit untuk mengubah film yang diluncurkan tanpa bantuan media sosial.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Hollywood Reporter yang berfokus pada dampak media sosial pada khalayak, mengungkapkan bahwa 40% penonton bioskop masih mendasarkan pilihan dari tayangan trailer, dan YouTube menjadi perhatian khusus karena memungkinkan kehadiran yang sangat penting bagi industri bioskop.

Para penggemar berharap kepada YouTube untuk menemukan beberapa cuplikan film, klip, rekaman di belakang layar, fitur khusus, dan wawancara. Para distributor berusaha untuk memenuhi harapan dengan membangun saluran yang semakin menarik dan dipenuhi konten untuk memuaskan para penonton bioskop.

Selain itu, laman lafabbricadellarealta menuliskan bahwa, Facebook juga berperan dalam hal ini, di mana perusahaan produksi film telah menaruh perhatian besar pada Facebook, memfokuskan upaya pemasaran mereka pada platform dan investasi besar dalam produksi konten ad-hoc. Twitter, Snapchat, dan Pinterest juga ikut berperan penting dalam perubahan industri film.

Disamping itu juga, media sosial dilibatkan sejak saat sebuah film diumumkan. Awal pembuatan film biasanya diposting di Twitter, Facebook, atau media sosial lainnya dengan nama pengguna dan URL yang terdaftar di semua jejaring sosial utama untuk melindungi merek dagang film tersebut.

Selain menerima, menonton, dan berbagi konten, penggemar juga meninggalkan komentar dan bertukar pendapat. Sebagai konsekuensinya, tanggapan mereka dapat memengaruhi keputusan pemasaran menjelang rilis film.

Jadi jelas bagimana media sosial mengubah dunia showbiz. Karena media sosial tempat para penggemar berinteraksi sebelum, selama, dan setelah menonton film. Bahkan selain itu, media sosial juga menumbuhkan gelombang baru erotika amatir. *** (SS)

SHARE