The Rolling Stones, Legenda yang Tetap Sederhana - Male Indonesia
The Rolling Stones, Legenda yang Tetap Sederhana
MALE ID | News

Siapa dari MALEnials yang tidak mengenal The Rolling Stones? Band bergenre rock n roll asal tanah Inggris ini seolah memberi pengaruh besar terhadap perkembangan musik di seluruh dunia.

Jim Pietryga/wikipedia

“Musik adalah kerja keras dan kami berpikir kenapa kami melakukannya. Terlepas dari momen itu, perjalanan karier kami terasa sangat luar biasa,” demikian ungkapan dari Keith Richards, gitaris The Rolling Stones.

Sejak 1960-an, kiprah band yang digawangi oleh Mick Jagger (vokal, harmonika), Keith Richards (lead), Brian Jones (rhytm, harmonika), Mick Avory (drum), dan Dick Taylor (bass) tak terbendung lagi.

Di manapun mereka berada, ribuan penggemar pasti datang untuk melihat aksi panggung The Rolling Stones. Beberapa personel datang dan pergi, menjadi cerita tersendiri bagi band yang usianya sudah melewati setengah abad.

Mereka sempat dikabarkan bubar, bahkan setiap konser mereka sering disebut-sebut sebagai konser perpisahan. Apakah hal tersebut mengurangi antusiasme penggemar? Tentu tidak.

Berdasarkan pengalaman konser di tahun-tahun sebelumnya, mereka senantiasa membuat penonton histeris bak orang kesurupan. Konser pertama mereka di Munster, Jerman pada 11 September 1965 bisa dibilang ‘cukup’ menggila.

Media setempat memberi julukan baru buat penggemar The Rolling Stones, yakni “Wild kids from England”. Sebagian media di Jerman dan Austria pun menuliskan keheranannya pada pesona band itu.

“Bagaimana mungkin, lima pria gondrong berpakaian tidak senonoh menyihir ribuan penonton untuk bergoyang dan menggerakkan kepalanya,” tulis seorang jurnalis bernama Frankfurter Allgemeine Zeit.

Tercatat, sekitar 100 konser The Rolling Stones pernah digelar di tanah Bavaria antara rentang 1965-2007. Hanya di era 90-an minat masyarakat terhadap musik rock agak menurun, dan memengaruhi kiprah Mick Jagger dkk.

Pada tur dunia bertajuk A Bigger Bang di London dari tanggal 21-26 Agustus 2007 mencatatkan kehebohan, yaitu menarik penonton hingga mencapai 4.680.000 orang dari 32 negara serta meraup untung sekitar 558 juta USD.

Meski sudah tak terhitung berapa banyak konser yang sudah digelar, mereka tetap kelihatan sederhana dengan gaya khas mereka. Sang vokalis bahkan tidak menyangka usia band bisa melewati 50 tahun.

Di masa-masa keemasan mereka, lagu-lagu andalan yang merajai tangga lagu dunia antara lain Under My Thumb, Sympathy for the Devil, Heart of Stone, Angie, Gimme Shelter, dan tentunya Paint it Black.

Kumpulan lagu itu menjadikan The Rolling Stones legenda rock sepanjang masa, sekaligus menginspirasi sejumlah band di era sekarang. Salah satunya yaitu Maroon 5, yang menciptakan single dengan judul Move Like Jagger. [GP]

SHARE