Tahun 1964, Momen Penting Evolusi Musik Pop - Male Indonesia
Tahun 1964, Momen Penting Evolusi Musik Pop
MALE ID | Story

Ternyata memiliki jalan yang beriringan antara evolusi dan musik populer. Meski tren musik berada dalam keadaan fluktuasi yang hampir konstan. Tetapi mengingat bahwa sebagian besar analisis musik populer bergantung pada anekdot dan pendapat, bagaimana bisa membuktikan bahwa musik benar-benar berevolusi?

FOTO: Materialscientist/wikipedia

Sebuah tim ilmuwan London memiliki jawabannya. Mereka menganalisis melalui data musik genomik yang mengungkapkan tiga revolusi historis dalam musik pop. The Physics arXiv melaporkan, pada sebuah studi baru, di mana para peneliti memutuskan untuk menggunakan metode analisis data umum dalam penelitian genomik untuk memahami tren musik. 

Mereka menganalisis lagu berdurasi 30 detik dan lebih dari 17.000 lagu hit dari tahun 1960 hingga 2010. Kemudian, para peneliti menempatkan setiap lagu dalam salah satu kategori dari delapan kategori yang berbeda berdasarkan harmonik dan timbre mereka.

Selanjutnya, tim menggunakan algoritme untuk menyegmentasikan musik ke dalam kelompok dan menganalisis bagaimana setiap kelompok berubah seiring waktu. Para peneliti menemukan bahwa musik yang masuk top-chart, tidak menjadi lebih homogen dari waktu ke waktu. Tidak hanya menemukan perubahan dalam tiga periode, yakni pada tahun 1964, 1983 dan 1991, mereka juga menemukan adanya "revolusi gaya" cukup banyak dan terus-menerus.

Dari hasil penelitian mereka, para peneliti membantah adanya The Beatles dan The Rolling Stones yang memengaruhi dunia dalam perubahan musik pop. Tetapi justru jauh sebelum keduanya, musik pop sudah memiliki perubahan. "Inggris tidak memulai revolusi Amerika 1964," kata mereka.

Kedati seperti itu, para peneliti pun tidak menampik jika band-band Inggris memiliki peran penting dalam gelombang revolusi musik pop itu.

Ketika para ilmuwan menemukan cara baru untuk menggunakan analisis data genomik untuk mempelajari musik, para peneliti lain menemukan jawaban tentang tren musik dalam sejarah kesehatan komposer hebat. 

Awal tahun 2018, dalam laman smithsonianmag, sekelompok peneliti medis dan musik berteori bahwa musik Beethoven dapat menunjukkan bahwa sang komposer memiliki detak jantung yang tidak teratur, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi indera pergaulannya. *** (SS)

SHARE