Gangguan Mistis di Perjalanan Album Baru Band Koil - Male Indonesia
Gangguan Mistis di Perjalanan Album Baru Band Koil
MALE ID | News

Sudah 11 tahun lamanya, sejak Band Koil merilis Blacklight Shine On pada tahun 2007 silam. Hingga 2018 ini, band yang mengusung musik cadas itu tak menelurkan album lagi.

Otong/FOTO: Dana Azrael/wikipedia 

Jika menghitung mundur sejak berdiri pada 1993, Band yang digawangi oleh Raden Mas Julius Aryo Verdijantoro biasa disapa Otong (vocal), Raden Mas Donnijantoro (gitar), Leon Ray Legoh (drumer), dan Adam Vladvamp (bass) baru menelurkan 3 album.

Album pertama Self Titled pada 1996, kemudian Megaloblast yang dirilis pada 2001, dan Blacklight Shines On yang dirilis pada 2007. Adam Vladvamp menurutkan alasannya mengapa semenjak album terakhirnya tak ada album lagi. Adam mengaku bukan tak adanya materi lagu untuk dibikin. Tapi ada dua hal, dari dua hal itu ada salah satu yang di luar akal.

Pertama, kendala pembuatan album tersebut adalah bisnis. para personel Koil semakin tidak memiliki waktu mendiskusikan pembuatan album baru. Di mana Leon Ray Legoh membangun Rumah Makan Legoh yang terletak di kawasan Riau, Bandung. Sementara Koil membangun bisnis lini pakaian. "Mungkin kesibukan itu otomatis waktunya lumayan ke kuras untuk urusan bisnis itu," ujar Adam

Kejadian Mistis di Tubuh Koil
Setelah bisnis dari masing-masing persnoil berjalan, kata Adam, Koil yang ingin kembali fokus pada album baru justru harus mengalami cobaan kedua yang tidak bisa dipikir dengan akal. Banyak hal-hal mistis yang Koil rasakan.


Adam Vladvamp/FOTO: Male.co.id

Adam menceritakan, saat itu ketika Koil ingin konser "Koil Akustik Recital" pada 2012 lalu, beberapa hari sebelum performance, suara Otong tiba-tiba hilang. "Anehnya, pas Otong dibawa ke rumah sakit, dokternya bilang Otong tidak mengalami masalah suara. Beruntung suara Otong kembali beberapa saat sebelum tampil," ceritanya.

Kejadian mistis berlanjut ketika Koil tampil dalam salah satu acara musik. Kala itu Koil tampil dengan sequencer yang diputar melalui kaset. Koil menggunakan kaset itu saat memainkan lagu bertajuk Dosa. "Kaset itu enggak ada suara ketika diputar, usai manggung kami cek suaranya muncul. Mungkin karena judul lagu dan waktu itu kami manggung dekat gereja, tapi ya nggak tahu juga ya," kata Adam.

Kendala mistis lainnya saat benar-benar ingin menggarap album baru, Adam bercerita, saat sedang meramu musik, Sering kali data suara Otong di komputer hilang. Awalnya berpikir komputernya yang bermasalah, namun nyatanya hal itu terulang ketika Koil mengganti peralatan baru. 

Adam juga pernah melihat volume ampli yang membesar sendiri. Ia mengaku saat itu sadar dan ia melihat tombol volume tersebut berputar ke arah untuk memperbesar suara. Terkadang, lebih menyeramkannya saat mixing lagu, Adam kerap mendengar lagu kuntilanak. Namun adam mencoba positif, mungkin hal itu bisa terjadi jika komputer terhubung dengan internet.

Pindah Tempat Latihan
Hal-hal mistis lagi-lagi tidak berhenti sampai sana. Justru rangkaian mistis yang kerap ditemui band Koil ini terus berlanjut. Salah satu ceritanya saat mereka berada di markas yang beralamatkan di Jalan Sultan Agung, Bandung. Adam mengatakan sempat melihat pocong, ukurannya kurang lebih 25 centimeter.

"Itu kain kafan masih ada darah berisi tanah kuburan, rambut, uang Rp 2.000 yang dililit kawat. Memang dikirim untuk menghancurkan Koil. Menurut orang pintar itu untuk mematikan rejeki. Ini kejadian awal 2018," kata Adam.

Ingin terhindari dari hal-hal mistis, Koil memindahkah peralatan rekaman ke rumah Otong. Mereka merasa markasnya sudah terlalu mistis sehingga memindahkan semua alat rekaman. Setelah pindah, rekaman berjalan lancar dan suara Otong untuk beberapa lagu tersimpan aman dalam komputer. Koil terus menggarap album baru dan mereka merasa ada kemajuan pesat.

Adam juga mengaku, meski dirundung hal mistis,tidak menampik bahwa Koil tetap berusaha membuat album baru. Kabarnya, tahun 2019 album yang telah disipkan sudah bisa dinikmati penyuka musik cadas. Dalam album tersebut, akan ada 8-20 lagu. Beberapa lagu merupakan pencampuran dari lagu album pertama, kedua, dan ketiga. *** (SS)

SHARE