Pria Suka Menulis, Kurangi Stres & Kecemasan - Male Indonesia
Pria Suka Menulis, Kurangi Stres & Kecemasan
Sopan Sopian | Sex & Health

Banyak manfaat menulis, mulai dari mudah untuk mengingat, juga bisa mengurangi stres dan kecemasan. Menurut penelitian baru, mereka yang menulis tentang emosi positif dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan dirinya.

menulis - Male Indonesiapexels.com

Penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Health Psychology dalam laman sciencealert ini melanjutkan penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa, menulis tentang emosi negatif akan mendapatkan hal-hal di luar dugaan,  dapat meningkatkan kesehatan mental Anda, dan tampaknya juga bermanfaat bagi kesehatan fisik.

Stres mempengaruhi kesehatan fisik Anda, jadi diperkirakan bahwa perbaikan dalam kesehatan mental dapat menghentikan orang menjadi tidak sehat secara fisik. Penelitian telah menunjukkan bahwa menulis tentang emosi negatif bisa mengurangi seseorang pergi ke dokter, lebih sedikit gejala sakit yang dilaporkan, dan lebih sedikit waktu libur kerja karena kesehatan yang buruk.

Tidak banyak penelitian yang menyelidiki penulisan tentang emosi positif, tetapi jika menulis tentang emosi negatif membantu orang menghadapi pikiran dan perasaan negatif mereka, maka ada kemungkinan bahwa berfokus pada emosi positif mungkin memiliki efek positif pada kesehatan mental orang-orang.

Penelitian telah menunjukkan bahwa menulis tentang pengalaman positif selama 20 menit sehari, selama tiga hari berturut-turut, meningkatkan mood orang-orang. Bahkan menulis hanya dua menit sehari tentang pengalaman positif telah terbukti mengurangi jumlah keluhan kesehatan.

20 Menit Sehari
Penelitian ini menyelidiki apakah menulis tentang pengalaman positif, baik itu melukis atau menulis lirik musik, hingga menulis soal jatuh cinta, dapat mengurangi stres, kecemasan dan keluhan kesehatan umum, seperti sakit kepala, nyeri punggung atau batuk dan pilek.

Penelitian yang dilakukan terhadap 71 peserta sehat secara acak dan membagi dua secara acak pula dari orang yang berusia 19 hingga 77 tahun. Para peneliti meminta satu grup (37 peserta) untuk menulis tentang pengalaman paling indah dalam hidup mereka selama 20 menit sehari, selama tiga hari berturut-turut.

Kemudian, kelompok lain (34 peserta) diminta untuk menulis tentang topik netral, seperti rencana mereka untuk sisa hari itu, di atas rentang waktu yang sama. Kemudian peneliti mengukur tingkat kecemasan, seperti yang dilaporkan oleh para peserta, segera sebelum dan sesudah mereka menyelesaikan tugas menulis mereka.

Hasilnya penelitian itu menemukan penurunan kecemasan yang jauh lebih besar bagi orang-orang yang menulis tentang pengalaman positif, dibandingkan dengan mereka yang menulis tentang topik netral. Para peserta juga melaporkan tingkat stres, kecemasan, dan keluhan kesehatan fisik mereka empat minggu setelah mereka menyelesaikan tugas menulis.

Stres dan kecemasan menurun secara signifikan lebih besar bagi mereka yang menulis tentang pengalaman positif setelah empat minggu, dibandingkan dengan tingkat yang dilaporkan sebelum mereka menyelesaikan tugas menulis. Namun, menulis tidak meningkatkan masalah kesehatan fisik peserta.

Tetapi keuntungan menulis tentang emosi positif untuk mengatasi stres dan kecemasan adalah kesederhanaannya. Tidak seperti banyak strategi lain untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis, tugas ini tidak membutuhkan pelatihan atau waktu yang dihabiskan dengan terapis. Orang dapat melakukannya pada waktu dan tempat yang nyaman menurut mereka dan gratis. *** (SS)

SHARE