Mengenal Dua Legenda Penantang Maut X Games - Male Indonesia
Mengenal Dua Legenda Penantang Maut X Games
MALE ID | Sport & Hobby

Travis Pastrana memiliki lebih dari sekedar reputasi sebagai ikon aksi olahraga  X Games. Dia adalah juara motocross yang pernah mematahkan jutaan rahang pada tahun 2006. Dia juga adalah orang yang membalikkan sepeda motor di antara dua atap, tanpa parasut dan baju.

Travis Pastrana/FOTO: Royalbroil/wikipedia

Tidak mengherankan Travis Pastrana langganan sebagai pemenang dalam berbagai kejuaraan olahraga ekstrem. Juara empat kali Kejuaraan Reli Amerika Serikat dan sembilan kali pemegang medali emas X Games. Beberapa torehan prestasinya itu didapat Travis melalui ajang motokros gaya bebas.

Saat usia 13 tahun dan anak seusianya hanya fokus membuka gas, Pastrana ingin lebih dengan tampil atraktif selama lomba. Itulah yang membuat para penikmatnya antusias dan kejadian itu awal mula kariernya masuk pada dunia motokros gaya bebas.

Pada 1999, Pastrana memenangkan event MotoX Freestyle yang pertama di X Games dan juga mencetak skor tertinggi dengan poin 99,00. Motokros gaya bebas seakan menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Sudah malang melintang selama 17 tahun di dunia motokros gaya bebas, banyak kejadian buruk yang menimpanya. 

Semangat dan keberanian Travis Pastrana dalam menjajal segala macam rintangan seakan memusnahkan rasa takut dalam dirinya. Pada akhir 2017 lalu, Pastrana telah menjadi orang yang pertama dalam sejarah melakukan aksi gaya bebas backflip ganda dengan jarak 23 meter di antara dua kapal tongkang di atas Sungai Thames yang terletak di London, Inggris.

Meski kini Pastrana sedang gandrung pada dunia balap mobil, tapi dirinya masih mengincar catatan yang dibuat Evel Knievel untuk urusan akrobatik motor.

Siapa Evel Knievel?
Evel Knievel adalah penunggang roda dua yang legendaris, dia melompat, dia jatuh, dan itu sering terjadi. Namun apa yang dia lakukan menuju ke sejarah budayap-pop Amerika pada 1960-an dan 70-an.

Evel Knievel/FOTO: Cliff/flickr

Evel Knievel memulai karirnya dengan melewati kotak ular derik dan singa gunung. Terus dengan jubah putih khasnya dia mencoba melewati kendaraan berbentuk kubah dari mobil, truk, dan bus. Pada satu titik ia mencoba melaju melintasi ngarai, tetapi digagalkan oleh parasut.

Tapi anehnya, semakin dia hilang, semakin banyak orang yang ingin mengetahui soal dirinya. Mengapa tidak, dia adalah pemegang rekor dunia Guinness dan sebagian besar sepanjang hidupnya memetahkan tulangnya sendiri akibat dari aksi akrobatnya.

Atas rekornaya di Guinness World, Pastrana pensaran untuk melampui legendanya itu. Pastrana, pada 8 Juli di Las Vegas, berharap untuk memberi penghormatan kepada legendanya denganmenuliskan namanya di buku rekor dengan tiga lompatan melwati 53 mobil yang ditumpuk tiga. Hal itu tentu diinspirasi Evel.

Pada Februari 1973, Knievel telah berakrobat dengan sepeda motor untuk mendapatkan uang selama hampir satu dekade. Namun, menurut catatan history.com, Knievel justru mendapi rintangan pada masa-masa remaja. Pada saat itu di Los Angeles Meorial Coliseum, ia mempersiapkan laganya dengan ditonton 24.000 orang.

Dia menggunakan Harley Davidson XR-750, Saat itu Knievel berjanji untuk melambung lebih lebih untuk dapat melewati 50 mobil yang di tumpuk. Knievel melambung sejauh 120 kaki dan mendarat aman. 

Ambisi dan Akhir Knivel
Pada Oktober 1975, Evel muncul kembali untuk beratrasi. Pada tahun ini dia melakukannya dengan ambisi tinggi. Bertempat di Stadion Wembley di London, dia berusaha untuk melompati 13 bus tingkat tunggal. Sayangnya dia tidak dapat melewati.

Knivel menabrak bus di tumpukan terakhir, dia menabrak dengan cara spektakuler, meringis, mematahkan pinggulnya dan punggungnya. Dan entah bagaimana, sebelum dibawa pergi dengan tandu, dia berdiri di depan sebuah mikrofon dan memberi tahu penonton bahwa mereka adalah orang terakhir yang pernah melihatnya melompat.

Masih di bulan yang sama, Knivel menaikkan taruhan akrobatiknya dengan menambah 1 bus. Sehingga menjadi 14 bus dan memiliki jarak 140 kaki lebih yang akan dia coba lewati dengan terbang bersama motornya. Bahkan ini adalah lompatan paling ambisiusnya setelah gagal dengan 13 bus sebelum. 

Saat sudah melakukan lompatan, di mana Knivel merindukan pendaratan saat di atas, dia jatuh sekitar 90 mph, jatuh tergopoh-gopoh, berulang kali. Dia menghancurkan panggulnya, mematahkan pinggul kiri, pergelangan kaki kanan, tangan, dan pergelangan tangan. 

"Helm menyelamatkan hidup saya," kata dia. Namun, dia menderita gegar otak, dia koma selama hampir sebulan. *** (SS)

SHARE