Kurangi Konsumsi Gula, Berlebih Timbulkan Obesitas | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Kurangi Konsumsi Gula, Berlebih Timbulkan Obesitas
Sopan Sopian | Sex & Health

Konsumsi gula berlebih berdampak buruk pada kesehatan Anda. Tidak dapat dipungkiri, masyarakat Indonesia sejak kecil sudah terbiasa dengan makanan yang megandung gula hingga dewasa. Maka dari itu, studi merekomendasikan untuk mengurangi konsumsi gula jika kesehatan Anda tidak ingin terganggu.

konsumsi gula berlebih pixabay.com

Gula merupakan sumber karbohidrat dan energi/kalori, karena gula menghasilkan 4 kkal dari setiap gram gula yang dikonsumsi. Secara alamiah, gula dapat ditemukan pada buah, sayur, susu dan produk susu. Disamping itu, ada juga gula yang ditambahkan ke dalam makanan dan minuman yang disebut sebagai “added sugar” atau gula tambahan.

Secara umum, salah satu pengaruh konsumsi gula berlebih bisa mengakibatkan obesitas atau kegemukan. Tentu bukan sebuah pilihan yang Anda inginkan, dengan memiliki badan  terlalu gemuk Anda akan sulit beraktivitas dan rentan terhadap berbagai penyakit dan memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas seksual Anda bersama pasangan.

Pakar gizi dan dosen Fakultas Universitas Indonesia, Saptawati Bardosono mengatakan, kasus obesitas terus meningkat jumlahnya di negara maju maupun berkembang seperti Indonesia. Data juga mencatat, prevalensi obesitas pada orang dewasa di Indonesia meningkat dari 16,8 persen (Riskesdas 2007) ke 31,4 peren (Riskesdas 2013).

Baca Juga : Konsumsi Buah, Sehat dan Tambah Perkasa

Mengacu pada data International Diabetes Federation, pada 2015 jumlah penyandang diabetes di Indonesia diperkirakan sebanyak 10 juta orang. Sedangkan, Data Sample Registration Survey di tahun 2014 menyatakan, diabetes telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia nomor 3 dengan persentase sebesar 6,7% setelah Stroke (21,1%), dan Penyakit Jantung Koroner (12,9%).

"Salah satu penyebab tingginya angka obesitas dan diabetes di Indonesia adalah kultur rasa, dimana masyarakat Indonesia menyukai rasa manis pada hidangan yang mereka konsumsi," tutur aptawati Bardosono.

Peraturan Kementerian Kesehatan RI No.30 tahun 2013, merekomendasikan konsumsi gula tidak melebihi 50 gram (5 sendok makan) per-orang per-harinya untuk mengurangi risiko Diabetes. World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia pun mengatakan sebagai salah satu upaya pencegahan masalah kesehatan tersebut, yakni dengan menyarankan memperbanyak aktivitas fisik dan diet, dengan membatasi asupan gula yang masuk ke dalam tubuh. Di mana, pembatasan asupan gula tambahan hingga kurang dari 10% asupan energi total pada orang dewasa dan anak** (SS)

SHARE