Penyakit yang Mengintai saat Kualitas Sperma Buruk - Male Indonesia
Penyakit yang Mengintai saat Kualitas Sperma Buruk
MALE ID | Sex & Health

Kualitas sperma menentukan tingkat kesuburan seorang pria. Oleh karenanya, gaya hidup yang kurang sehat akan memengaruhi ‘masa depan’.

Male IndonesiaPhoto by Josefin on Unsplash

Namun selain menyebabkan infertilitas, buruknya kualitas sperma berpotensi memicu penyakit yang mematikan, yaitu kanker testis. Tipe kanker ini tergolong ganas, dan seringkali menjangkiti pria berusia muda.

Di samping itu, pria dengan kualitas sperma buruk juga rentan meninggal daripada mereka yang tidak memiliki masalah kesuburan.

Umumnya, pasangan yang bermasalah terhadap kesuburan akan mendatangi klinik khusus guna memperoleh perawatan. Mereka akan menjalani serangkaian tes fertilitas dan jenis program yang tepat.

Hanya saja, gangguan fertilitas yang diderita pria jarang diperiksa lebih lanjut mengenai penyebab dan pemicunya oleh klinik program kesuburan. Padahal diagnosis kanker testis lebih mudah dideteksi, melalui pemindaian ultrasound.

Pemindaian tersebut akan menunjukkan, apakah seorang pria mempunyai tumor ganas atau tidak. Kanker testis yang diketahui sejak dini berpeluang untuk sembuh sebesar 95%.

Sayangnya jenis pemeriksaan rinci seperti itu nyaris tidak pernah dilakukan lantaran bukan merupakan fokus utama diagnosis gangguan kesuburan pada pria. Sebagian besar program fertilitas lebih memperhatikan jumlah sperma dan metode reproduksi.

Kompikasi penyakit dari masalah kesuburan pria bukan cuma kanker testis semata, melainkan juga mencakup penyakit mematikan. Antara lain obesitas, penurunan massa tulang, obesitas serta diabetes.

Para peneliti di Lund University, Malmo, Swedia melakukan beberapa uji coba dan riset yang berfokus pada hubungan antara masalah kesuburan pria dan risiko penyakit serius.

Mereka mengatakan bahwa belum ada benang merah yang secara nyata menjelaskan penyebabnya. Namun, mereka mencurigai pemicunya adalah kekurangan testosteron.

Dari hasil yang diperoleh, sebanyak 30% pria dengan kualitas sperma buruk dan mengidap beragam penyakit berat memiliki jumlah testosteron lebih sedikit dibandingkan pria normal.

Penelitian terhadap 4.000 peserta ini menemukan, pria yang kadar testosteronnya sangat rendah memperlihatkan gejala diabetes dan tulang keropos. Pada pria berusia di bawah 50 tahun, mereka berisiko dua kali lipat meninggal di usia muda.

Temuan peneliti belum menghasilkan obat maupun perawatan terbaik bagi pria yang memiliki kualitas sperma buruk. tapi setidaknya, peneliti menyimpulkan bahwa penyakit serius bisa dicegah melalui pemeriksaan dini.

Mereka menyarankan agar mengubah gaya hidup, seperti menurunkan berat badan, berhenti merokok dan mengurangi konsumsi makanan instan. Serta melakukan tes pada kualitas sperma secara menyeluruh. [GP]

SHARE