Awas, Ada PIhak Lain yang Bisa Baca Email Anda | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Awas, Ada PIhak Lain yang Bisa Baca Email Anda
Gading Perkasa | Digital Life

Mulai sekarang, berhati-hatilah dalam menyimpan e-mail di layanan Gmail. Pasalnya, setiap isi pesan di layanan paling populer itu disebutkan bisa dibaca oleh pengembang aplikasi pihak ketiga.

male indonesia baca emailPhoto by Alvaro Reyes on Unsplash

Hal ini memang diperbolehkan dalam aturan akses layanan Gmail. Baik pengembang maupun perusahaan data dapat melihat isi e-mail pengguna dan berbagai detail seperti alamat dan waktu penerima, serta keseluruhan pesan e-mail.

Penjabaran di atas mengingatkan kita akan skandal Facebook dan Cambridge Analytica perihal praktik berbagi data. Bocornya data yang dilakukan Facebook dan pihak ketiga sejatinya sudah menjadi bagian praktik mereka selama bertahun-tahun.

Praktik Facebook berbagi data merupakan bentuk penyalahgunaan terhadap data pengguna. Jejaring sosial itu diawasi pemerintah dan publik setelah kasus diangkat.

Kembali ke topik awal, sampai detik ini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa pihak ketiga telah menyalahgunakan data di layanan Gmail.

Tapi, kemampuan membuka dan membaca e-mail pribadi bisa dipertimbangkan sebagai kegiatan yang melanggar privasi seseorang.

Diperlukan persetujuan dari pengguna agar pihak luar diizinkan membaca isi e-mail beserta seluruh detailnya. Selain itu, pernyataan persetujuan secara jelas mengizinkan, bukan cuma mesin yang dapat membaca isi e-mail, melainkan juga manusia.

Persetujuan ini biasanya muncul dalam bentuk kotak peringatan yang menyatakan bahwa pengguna memberi izin aplikasi pihak ketiga mengelola pesan e-mail, kontak dan lainnya.

Izin tentu dibutuhkan, supaya pengguna bisa memakai layanan e-mail pihak ketiga. Namun, itu artinya pengguna memperbolehkan aplikasi dan pengembang membaca setiap pesan miliknya.

Google menyebutkan bahwa izin hanya diberikan pada pengembang pihak ketiga yang sudah lolos pemeriksaan. Proses pemeriksaan sendiri dilakukan melalui pengecekan berbagai hal.

Pertama, apakah identitas perusahaan sesuai dengan yang ditaruh di aplikasi, aturan data pribadinya menyebut mereka akan mengawasi e-mail, dan permintaan data dari perusahaan memang sesuai pekerjaannya.

Contohnya, pada aplikasi pengelola e-mail pihak ketiga, mereka mesti memperoleh akses membaca e-mail di layanan Gmail.

Pihak Google juga mengklaim, beberapa perusahaan telah meminta akses ke Gmail walau mereka belum memberikan lampu hijau. Tidak disebutkan berapa permohonan yang belum diloloskan itu.

Bahkan, pegawai Google sendiri bisa membaca tiap e-mail penggunanya secara mudah, namun hanya pada kasus spesifik tertentu.

“Misalnya pengguna meminta Google dan memberi persetujuan, seperti melakukan investigasi mengenai bug atau penyalahgunaan,” kata Google, seperti dilansir The Verge. [GP]

SHARE