Giethoorn, Romantisme Venesia di Belanda | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Giethoorn, Romantisme Venesia di Belanda
Sopan Sopian | Relax

Romantisme Venesia selalu memiliki eksotisme sendiri untuk mereka yang berlibur bersama kala dimabuk cinta. Namun, kini Anda yang sedang kasmaran bersama si dia tidak harus menikmati ketenangan dan keromantisme-an di sana.

FOTO: PhotoBobil/flickr

Romantisme Venesia bisa Anda nikmati di Belanda. Tepatnya di Desa Giethoorn. Desa ini berada di Provinsi Overijssel, yang hanya memiliki populasi kurang dari 2.900 orang. Bisa Anda bayangkan bagaimana tenangnya desa ini. Sehingga cocok untuk berlibur bersama pasangan yang mendambakan suasana tenang.

Selain itu, Gietrhoorn juga terkenal akan desanya yang membuat anda merasa seperti berada di negeri dongeng dengan rumah-rumah cantik, jembatan-jembatan unik. Ditambah lagi keberadaan kanal-kanal dengan perahu-perahu yang berlalu lalang, seperti di Venesia.

Kemiripan itu juga ditunjang dengan tidak adanya  kendaraan darat bermotor yang bisa melewati jalanan di sana. Transportasi hanya bisa dilakukan di atas air, lewat kanal yang bercabang menjadi aliran yang lebih kecil. 

FOTO: piotr i?owiecki/flickr

Awalnya, Giethoorn seperti desa lain yang memiliki jalan-jalan. Hingga pada tahun 1170 terjadi banjir besar yang dinamai St Elizabeth. Banjir tersebut mengakibatkan air mengelilingi dan menggenangi desa itu.

Giethoorn kembali didirikan dan dikembangkan pada 1230 ketika buronan Mediterania datang untuk menetap di sini. Para buronan menemukan banyak tanduk kambing liar yang mungkin telah tewas karena banjir. 

Tanduk-tanduk tesebutlah yang menjadi asal mula nama Giethoorn. Awalnya desa ini disebut 'Geytenhorn' yang berarti 'tanduk kambing' dan akhirnya menjadi Giethoorn. Desa wisata ini booming setelah tahun 1958, ketika komedian asal Belanda Bert Haanstra membuat komedi terkenal berjudul 'Fanfare' yang mengambil lokasi di Giethoorn.

FOTO: Cccefalon/wikipedia

Dunia wisata Belanda dengan jeli kemudian menawarkan obyek baru wisata ini dengan sebutan nama The Little Venice atau Venesia Kecil. Meski sebenarnya keduanya tiada bisa dibandingkan.

Kini Giethoorn sudah menjadi alternatif baru bagi wisatasan dari Asia. Suasana desa yang sejuk, adem, tenang dan udara segar menjadi tawaran baru bagi wisatawan yang berasal dari kota-kota besar semacam Beijing, Hongkong, Shianghai, Singapura atau mungkin Jakarta dan Surabaya. *** (SS)

SHARE