Sering Gunakan Pemanis Buatan, Ini Risikonya | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Sering Gunakan Pemanis Buatan, Ini Risikonya
Sopan Sopian | Sex & Health

Beberapa pria sebenarnya menyadari beberapa makanan yang mengandung aspartam dapat membahayakan kesehatan. Tetapi meski begitu masih saja acuh tak acuh. Misalnya tetap membeli jajanan seperti minuman ringan, permen, atau jajanan lainnya. Padahal mereka tahu bahwa jajanan itu memiliki kandungan aspartam. Dimana kandungan tersebut sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

aspartam  - Male IndonesiaPhoto by Ben White on Unsplash

Perlu diketahui, aspartam merupakan pemanis buatan rendah kalori yang memiliki rasa manis 400 kali lipat dari gula biasa. Aspartam seringkali digunakan sebagai pengganti gula untuk industri makanan dan minuman.

Meski demikian, seluruh makanan dan minuman yang sudah bersertifikat Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pastinya sudah diuji secara klinis di laboratorium, sehingga keamanannya sangat terjaga dan terjamin. Di lain pihak, WHO juga sudah menyatakan bahwa aspartam adalah bahan yang aman digunakan, asalkan penggunaannya dibatasi. Maka Anda patut berhati-hati.

Karena masih banyak industri makanan dan minuman banyak menggunakan aspartam. Alasannya selain harganya yang lebih murah dari gula pasir, tingkat kemanisan yang tinggi membuatnya efisien. Beberapa produk minuman ringan, minuman penambah energi, minuman serbuk, minuman elektrolit, agar-agar, cookies, serta beragam makanan kemasan tak jarang ditemukan mengandung pemanis buatan ini.

Berbagai Penyakit yang Timbul
Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung aspartam secara terus menerus serta dalam jumlah banyak berpotensi menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari migrain, kejang otot, kegemukan, depresi, kebutaan, serta jantung berdebar. Sehingga disarankan, jika ingin sehat sebaiknya hindari makanan atau minuman yang mengandung gula atau pemanis buatan.

dr. Asep Saipul Rohmat mengatakan, jika mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung aspartam dalam jumlah banyak dan secara rutin juga bisa mengganggu metabolisme serta proses regenerasi. Namun biasanya kemunculan penyakit kronis tidak datang dengan sendirinya, melainkan penyakit yang dipicu oleh penyakit yang sudah ada sebelumnya. Misalnya ada riwayat diabetes yang kemudian terjadi komplikasi seperti kerusakan syaraf.

Penyakit-penyakit kronis yang bisa disebabkan oleh aspartam memang tidak berdampak instan, biasanya perlu waktu 10-20 tahun ke depan baru terasa dampaknya. Meski begitu, sebaiknya sedini mungkin kurangi konsumsi makanan dan minuman kemasan yang jika dilihat di kemasannya mengandung aspartam. *** (SS)

SHARE