Alasan Pria Dewasa Begitu Memesona Wanita - Male Indonesia
Alasan Pria Dewasa Begitu Memesona Wanita
MALE ID | Relationships

Apakah Anda terasuk pria dewasa atau pria yang hanya berusia tua? Hal ini tentu sudah di luar kepala makna dibalik "dewasa" dan "tua". Karena pria yang berusia tua belum tentu memikiki sifat yang dewasa.

Apakah Anda termasuk pria dewasa?
pixabay.com

Pepetah lama mengatakan, "menjadi tua itu pasti, namun menjadi dewasa adalah pilihan". Artinya, menjadi tua memang adalah sebuah kepastian. Setiap manusia akan mengalaminya. Lalu mengapa menjadi dewasa itu pilihan?

Karena, seseorang bisa dikatakan dewasa adalah mereka yang yang bisa bertanggung jawab terhadap setiap keputusan yang diambilnya dalam menyelesaikan masalah kehidupannya. Orang dewasa tercermin dari tindak tanduknya yang tidak mementingkan diri sendiri atau egois. Nah, selama ini dalam hubungan percintaan Anda, apakah Anda termasuk yang seseorang atau pria dewasa?

Ketika Anda memilih menjadi pria dewasa, tentu memiliki keuntungan dalam proses percintaan Anda. Karena beberapa wanita akan menggandrungi pria-pria yang memiliki sifat ini. Sebut saja namanya Dewi, seorang wanita asal Kuningan, Jawa Barat yang bekerja di sebuah perusahaan di Bekasi.

Dewi menuturkan pengalamannya, sejak ia menjalin hubungan ia kerap memilih pria yang memiliki usia di atasnya. Namun, nyatanya usia tua tidak menjadi kedewasaan. "Ah, apanya yang dewasa. Selama aku pacaran nih ya, semua umurnya jauh di atas aku, loh. Tapi ya gitu, egois-egois anehnya," tuturnya.

Kadang, cerita Dewi, justru ia yang kerap lebih dahulu meminta maaf meski sebenarnya kekasihnya yang salah. "Aku sih orangnya nggak mau marah lama-lama, nggak enak soalnya marah lama karena gengsi minta maaf, punya pacar tapi ngambekan itu nggak enak," tambah Dewi.

Berbeda cerita dengan Suci, seorang wanita asal Cirebon yang justru memiliki kekasih berusia lebih mudah darinya. Suci mengaku mendambakan pria dewasa meski pria tersebut usianya masih terbilang muda. "Aku cuma sekali punya pria usianya di atas aku, selebih muda. Sekarang juga muda," ucapnya sembari terkikih malu.

Namun, kata dia, meski pria tersebut berusia muda, tetapi pikirannya jauh lebih dewasa dari pria yang berusia tua yang sempat berlabuh dihatinya. "Aku suka dia sabar, nggak egois, punya pemikiran beda kalau mecahin masalah, lebih dewasa dari akumalah pemikirannya. Jauh banget sama yang dulu, kayak anak kecil, pengennya berdua terus, cape kayak nggak punya privasi," tuturnya.

Justru wanitakan yang ingin dimaja, kata Suci, bukan wanita yang "ngemong" terus. Justru menurutnya pria harus lebih dewasa biar bisa membimbing. "Aku termasuk wanita pemilih kaya gini, makanya rada susah dapet pria," tambahnya sambil ketawa lagi.

Dari dua pernyataan wanita di atas, tentu secara tidak langsung, pria dewasa memiliki tempat istimewa dalam pandangan wanita. Selain itu, berdasarkan studi yang dilansir oleh The Date Report, secara psikologis pria dewasa jauh lebih matang. Mereka dirasa mampu memanjakan dan mengimbangi emosi wanita yang cenderung lebih meledak-ledak atau naik turun. Lalu bagaimana cara agar bisa menjad pria dewasa?

Jadi Pribadi Mandiri
Anda ingin dewasa namun banyak hal yang masih dilakukan orang tua? sudah tentu dengan melakukan hal tersebut berulang-ulang tidak akan membantu anda menjadi lebih dewasa. Coba lakukan apapun mulai dari sekarang, belajarlah dan jangan takut melakukan sesuatu yang dianggap salah. Karena menjadi mandiri sudah tentu butuh proses, bagi mereka yang belum dewasa menjadi mandiri dianggap beban dan juga hal menakutkan.

Kurangi Mengeluh
Mengeluh bukanlah sifat mereka yang dewasa. Mereka yang dewasa akan memanfaatkan waktu dengan baik dan mengeluh bukanlah hal yang bermanfaat. Sangat wajar jika sebagian orang merasa lelah atau jenuh, sehingga mereka mengeluhkannya. Cobalah untuk mengurangi keluhan dan lakukan hal lain yang bisa membantu merefresh otak Anda tanpa harus stres karena permasalahan.

Tentukan Prioritas
Menentukan prioritas hidup bukanlah hal yang sulit, namun hal tersebut sulit dilakukan bagi mereka yang masih ingin senang-senang layaknya anak-anak. Hal ini yang membuat seseorang menjadi tidak dewasa dan menyebabkan mereka hanya menghabiskan waktu yang sia-sia. Jika ingin menjadi lebih dewasa cobalah tentukan prioritas dan jangan buang waktu Anda dengan sembarang. Manfaatkan sebisa mungkin apa yang ingin Anda capai dan targetkan, sehingga waktu tidak berlalu dengan percuma.

Peduli dengan Orang Lain
Sifat yang paling utama dimiliki oleh mereka yang tidak ingin dewasa atau tidak pernah dewasa adalah karena sifat egois dan tidak peduli akan orang lain. Mereka cenderung egois dan merasa ingin seperti anak-anak yang diperhatikan dan tidak ingin mengetahui masalah sekitar ataupun orang lain. Walaupun masalah tersebut memiliki hubungan dengan mereka tetap saja orang yang tidak dewasa memilih untuk menyingkir. Jika ingin lebih dewasa cobalah untuk peduli pada orang lain.

Merima Kritik dan Saran
Menerima kritik dan saran bisa membawa perubahan besar dalam diri, tidak hanya sebagai orang yang lebih dewasa namun jauh dari itu bahkan bisa menjadi bijak. Kritik dan saran layaknya obat yang mungkin jika ditelan akan pahit, namun jika bisa dilewati dengan baik akan lebih baik. Sehingga kritik dan saran mungkin gebrakan besar jika ingin berubah ke arah yang lebih baik salah satunya menjadi pribadi yang dewasa. *** (SS)

SHARE