Loving Pablo: Sisi Mulia Seorang Pablo Escobar | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Loving Pablo: Sisi Mulia Seorang Pablo Escobar
Gading Perkasa | Review

Loving Pablo adalah film yang diangkat dari buku berjudul Loving Pablo, Hating Escobar. Penulis buku, Virginia Vallejo, seorang jurnalis yang sempat menjalin hubungan asmara terlarang bersama sang ketua gembong narkoba.

Disutradarai oleh penulis skenario asal Spanyol, Fernando Leon de Aranoa, Loving Pablo mengisahkan kehidupan nyata Pablo Emilio Escobar Gaviria yang lahir di Rionegro, Kolombia 1 Desember 1949 sampai kematiannya di tahun 1993.

Film ini pertama kali dirilis di ajang Venice International Film Festival, Italia September 2017 lalu dan Toronto International Film Festival, di tahun yang sama.

Pablo Escobar kerap dijuluki King of Cocaine, menjadikannya salah satu pelaku tindakan kriminal paling kaya sepanjang sejarah. Bahkan menurut majalah Forbes, ia merupakan miliarder termuda di dunia, dengan kekayaan bernilai 30 miliar USD.

Sebelumnya, sudah banyak film maupun dokumenter mengangkat cerita mengenai dirinya. Seperti Narcos, Blow (2001), Escobar: Paradise Lost (2014) dan Infiltrator (2015).

Yang membedakan Loving Pablo dari ketiga film di atas, jalan ceritanya menampilkan banyak sekali sisi mulia Pablo Escobar. Misalnya saat ia mendapat julukan Robin Hood of Colombia lantaran kepeduliannya membangun kawasan kumuh di Medellin.

Awal cerita, seorang jurnalis cantik dan terkenal asal Kolombia, Virginia Vallejo (diperankan oleh Penelope Cruz) memperoleh undangan menghadiri pesta rahasia dari Pablo Escobar (Javier Bardim). Di pesta ini, Pablo berhasil membuat Virginia jatuh hati.

Kedekatan antara dua orang tersebut berkembang ke arah hubungan terlarang. Sebab, Pablo sudah beristri dan dikaruniai dua orang anak. Virginia sendiri tahu akan hal itu, namun tidak memedulikannya. Bahkan Pablo juga punya banyak kekasih gelap.

Uniknya, meski sering terlihat bersama wanita lain, ia selalu memprioritaskan istri dan anaknya. Baginya, keluarga merupakan harta paling berharga yang akan ia lindungi, bagaimana pun caranya. Boleh dibilang, Pablo adalah family man.

Lambat laun, Virginia sadar bahwa ambisi Pablo adalah menguasai Kolombia. Selain terjun ke ranah politik, Pablo ingin agar bisnis kokain miliknya terus berjalan aman dan sukses di Amerika Serikat.

Demi mewujudkan ambisinya, Pablo menghabisi sejumlah pejabat dan orang penting yang menghalangi. Agen DEA tidak tinggal diam. Mereka mulai bergerak dan menyelidiki di mana Pablo berada.

Sewaktu adegan pelarian Pablo Escobar, penonton serasa dibawa menuju kondisi pelik kehidupan sang pemimpin kartel. Bisa dijamin, pecinta film gangster atau mafia akan merasa puas, terutama saat menyaksikan pembantaian sadis, yang cenderung gore.

Sang sutradara sukses memadukan cerita antara sepak terjang bisnis narkoba dan kisah romansa Pablo Escobar di film Loving Pablo. Penuh aksi kriminal, drama berbalut komedi yang menghibur. [GP]

SHARE