Kabar Bahagia, Untuk Pria Penurut di Mata Wanita | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Kabar Bahagia, Untuk Pria Penurut di Mata Wanita
Gading Perkasa | Relationships

Boleh jadi, Anda tidak ingin mempunyai pasangan lebih dominan di hubungan Anda kelak. Namun, ketahuilah bahwa hal itu justru membawa dampak positif bagi Anda dan si dia. Kok bisa?

male indonesia pria penurutPixabay.com

Keseimbangan atau kesetaraan tidak selamanya menjadi solusi terbaik, setidaknya dalam hal rencana berkomitmen serius. Sebuah studi menunjukkan, pasangan lebih dominan membuat hidup Anda jauh lebih bahagia.

Menurut peneliti dari Charles University, Praha, Rep. Ceko, para wanita dominan memandang pria berkepribadian penurut sebagai sosok yang seksi.

Jika pasangan lebih dominan, sedangkan Anda bersikap cenderung ‘kalem’, diperkirakan akan membantu meredakan pertikaian sekaligus mempermudah kerja sama dalam waktu cepat.

Studi yang berjudul Women’s Preference for Dominant Male Odour ini melibatkan sebanyak 240 responden. Mereka ditanyai perihal tipe pria idaman mereka.

Mereka diberikan pertanyaan, apakah lebih suka berpasangan dengan pria yang “membimbing dan melindungi” atau bersama orang bertipe “mengagumi dan melayani”.

Hasilnya cukup mengejutkan. Lebih banyak wanita mengencani pria bertipe penurut. Bahkan jumlah pasangan yang sifat hubungannya mengedepankan kesetaraan terbilang sangat jarang.

Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neuroendocrinology Letters tersebut, didapati hubungan pria bersama wanita yang dominan mencapai 24,2 %. Peneliti percaya, mereka akan memiliki lebih banyak anak ketika menikah nanti.

“Terlalu sering orang mengatakan bahwa hubungan yang salah satunya bersikap dominan dinilai tidak sehat. Namun, temuan kami menunjukkan sebaliknya. Kesetaraan tak selalu mengarah ke kelanggengan hubungan,” tulis peneliti.

Mereka juga menambahkan, perbedaan salah satu pihak bersikap dominan dan sisanya agak penurut, cenderung menciptakan gaya tarik menarik.

Bila diartikan, hal itu akan menciptakan tindakan kooperatif antara masing-masing individu serta meningkatkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan segala rintangan yang mungkin menghampiri.

“Penelitian kami menunjukkan, tekanan berlebihan di masyarakat modern agar pasangan selalu menjunjung kesetaraan dan tekanan terhadap dominasi pria di sebagian masyarakat tradisional berpotensi mengakibatkan penindasan.”

Sementara, pasangan yang kedua belah pihaknya memiliki sikap dominan dan kepribadian keras akan mengalami kesulitan dalam mempertahankan hubungan.

Peneliti juga mengambil kesimpulan, pada hubungan yang mengutamakan kesetaraan, konflik sekecil apa pun bisa berubah menjadi besar lantaran adanya kompetisi yang tidak disadari. [GP]

SHARE