Menjadi Legenda Musik Metal yang Menguras Emosi | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Menjadi Legenda Musik Metal yang Menguras Emosi
Gading Perkasa | News

Lebih dari tiga dekade berkarier, band metal legendaris Metallica dinobatkan banyak pihak sebagai salah satu pemusik terbaik di jagat raya. Namun tidak semua tahu, di balik kesuksesan yang mereka raih, ada konflik dan duka cita di dalamnya.

Raph_PH/wikipedia

Sejak berdiri di tahun 1981, James Hetfield dkk acapkali menemui kendala baik internal hingga eksternal yang membuat band metal itu goyah. Berkat jam terbang dan pengalaman tinggi, segala rintangan berhasil dilenyapkan.

Sebagai salah satu band metal legendaris di dunia, sudah tidak terhitung berapa banyak problematika yang mereka lalui. Perpecahan, kematian dan kejayaan terangkum menjadi kolase abadi di dalam anatomi sebuah kelompok musik bernama Metallica.

Ketika Dave Mustaine ‘ditendang’

Photo credit: NOMO_[Nicolás Carrasco] on VisualHunt / CC BY-NC-ND

Sebelum berjaya, Metallica merekrut gitaris handal, Dave Mustaine. Sayang, gaya hidup berantakan Dave mengakibatkan dirinya terjerat alkohol dan obat-obatan terlarang.

Buntutnya, personel Metallica yang lain geram. Dave ditendang dari band secara tidak hormat di tahun 1983. Ia lalu bangkit dan membentuk Megadeth. Then, you know the rest of the story.

Meninggalnya Cliff Burton

Photo credit: -= ierkof =- on Visual Hunt / CC BY-NC

Di tengah jadwal konser yang sibuk, kejadian tak terduga menyambar bagai petir. Pada perjalanan tur di Swedia, 27 September 1986, sang bassist, Cliff Burton meninggal dunia dalam kecelakaan bus yang menampung para personel Metallica.

Konser mereka di Stockholm adalah persembahan terakhir Cliff. Kematiannya menyisakan duka mendalam bagi metalhead. Dari situ, Metallica menciptakan lagu To Live is To Die, tanda penghormatan terhadap sosok Cliff Burton.

Berurusan dengan Hukum

Menginjak tahun 2000, James Hetfield bersama rekan satu band resmi menuntut Napster (situs file sharing via internet) terkait tindakan yang merugikan mereka.

Diketahui, lagu demo berjudul I Disappear yang sedang dalam proses penggarapan didistribusikan oleh Napster secara ilegal. Akibatnya, Metallica membawa kasus tersebut ke jalur hukum.

Hanya setahun berselang, baik Metallica maupun Napster sepakat menyudahi perkara. Napster menutup semua akun dari anggotanya, sementara Metallica mencabut tuntutan hukumnya.

Krisis Emosional

Semakin tinggi pohon, maka semakin kencang pula angin menerpanya. Perumpamaan itu rasanya sangat cocok disematkan kepada Metallica. Krisis emosional antar personel sempat menyelimuti band metal tersebut.

Melalui rockumentary bertajuk Some Kind of Monster, mereka berkeluh kesah perihal konflik yang dialami. Film ini juga menjelaskan bagaimana bassist Jason Newsted memutuskan hengkang, serta persahabatan James Hetfield, Lars Ulrich dan Kirk Hammett terancam.

Bahkan, James harus masuk pusat rehabilitasi akibat kecanduan alkohol. Sehingga proses penyelesaian album St. Anger molor dari waktu yang telah ditetapkan.

Dilantik di Rock and Roll Hall of Fame

Tahun 2009 merupakan tonggak karier tertinggi bagi Metallica. Secara terhormat, mereka resmi dilantik di ajang Rock and Roll Hall of Fame periode angkatan 2009 bersama gitaris legendaris Jeff Beck.

Kini, Metallica mampu membuktikan bahwa mereka masih layak menjadi yang terdepan di kancah musik cadas. [GP]

SHARE