Kontroversi Ganja, Bahaya dan Manfaatnya Bagi Kesehatan - Male Indonesia
Kontroversi Ganja, Bahaya dan Manfaatnya Bagi Kesehatan
MALE ID | Sex & Health

Bahaya ganja tentu semura orang tahu secara umum. Tetapi, ada yang lebih spesifik dari itu. Perlu diketahui lebih dahulu, mengutip laman wikipedia, ganja adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal sebagai obat psikotropika karena adanya kandungan zat tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana.

Male IndonesiaPhoto by Add Weed on Unsplash

Penyebaran yang masif, membuat Indonesia saat ini sudah masuk menjadi negara darurat narkoba. Hal tersebut dikarenakan angka prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Pada survei tahun 2015 mencapai 2,20 persen atau lebih dari 4 juta orang yang terdiri dari penyalah guna coba pakai, teratur pakai, dan pecandu.

Akhir-akhir ini juga banyak selebritas Indonesia yang terjaring menggunakan narkoba yang salah satu jenisnya adalah ganja. Jika memang beralasan demi kesehatan dan menghilangkan rasa stres, Anda perlu mempertimbangkan akan risikonya.

Timbul Skizofrenia
Bahaya ganja pertama yakni bisa timbulnya skizofrenia. Di mana, dikumentasi risiko paling umum yang menggunakan ganja adalah bermasalah dengan kesehatan mental. Di ketahui juga para pengguna 40 persen lebih bisa mengembangkan penyakit psikotik (gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidak mampuan individu menilai kenyataan yang terjadi, misalnya terdapat halusinasi, waham atau perilaku kacau/aneh). Contoh dari penyakit psikotik adalah skizofrenia.

Paru-paru
Ganja dapat menyebabkan cedera pada saluran udara yang atau bisa disebut bronkitis. Penderita akan mengalami batuk-batuk yang biasanya berdahak tebal berwarna kuning kehijauan, gejala lain bisa berupa demam, pusing, kelelahan dan sebagainya. Selain itu, jika Anda tidak menghentikan mengonsumsi ganja, akan meningkatkan risiko kanker paru-paru.

Jantung
Kematian mendadak diketahui lebih sering terjadi pada pengguna ganja. Pasalnya, pengguna ganja memiliki risiko 4 kali lebih mungkin terkena serangan jantung. Bahkan yang tidak memiliki riwayat sakit jantung sekalipun.

Keterampilan Motorik
Ganja dapat memiliki efek pada keterampilan motorik halus dan kasar, yang dapat menyebabkan pusing, dan melemahkan reflek. Sehingga hal ini berisiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Hal ini bisa lebih parah jika penggunaan ganja dibarengi dengan minuman beralkohol.

Menurunnya Kecerdasan
Ada hubungan erat antara pengguna ganja dan gangguan kognitif. Secara umum kognitif diartikan potensi intelektual yang terdiri dari tahapan : pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehention), penerapan (aplication), analisa (analysis), sintesa (sinthesis), evaluasi (evaluation). Artinya, Anda akan mengalami ganguan intelektual Anda.

Mandul
Ada bukti yang berkembang bahwa pria yang menggunakan ganja memungkinkan memiliki permasalahan dengan kesuburan. Karena bahaya ganja salah satunya bisa memengaruhi ukuran dan bentuk sperma.

Apakah ganja memiliki manfaat bagi kesehatan?
Banyak penelitian melihat adanya manfaat menggunakan cannabinoids (kandungan aktif dalam ganja atau mariyuana, atau dikenal dengan THC) diberbagai bidang kedokteran termasuk nyeri, terutama untuk beberapa pasien sclerosis ( penyakit yang merusak saraf di saraf tulang belakang dan otak, serta saraf optik), dan untuk bantuan pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi.

Ada beberapa manfaat yang ditemukan meskipun efek samping terus menjadi masalah. Sebuah obat yang mengandung cannabidiol, sekarang tersedia di Inggris untuk kondisi tertentu.

Tetapi, meski memiliki manfaat, tentu tidak disarankan untuk mengonsumsinya dari pada mendapatkan efek dan risiko tinggi seperti cidera, sakit berkepanjangan, hingga kematian. ** (SS)

SHARE