Faktor Penting Ketika Memilih Rekan Bisnis | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Faktor Penting Ketika Memilih Rekan Bisnis
Gading Perkasa | Works

Memilih rekan bisnis haruslah dilakukan secara matang dan cermat. Sebab, bila kita salah langkah, dampaknya cukup besar dan berpotensi menghancurkan bisnis ke depannya.

memilih rekan bisnis - Male indonesiapexels.com

Biasanya, sebagian orang lebih mudah memilih rekan bisnis dari teman-teman dekat, sahabat hingga saudara karena sudah saling mengenal. Namun ketika berbicara investasi, pengembangan usaha dan pembagian hasil, selalu menemui jalan buntu.

Alasan lain yang mendasari pemilihan teman atau saudara sebagai rekan bisnis, mereka belum punya pekerjaan tetap, banyak waktu luang dan sebagainya. Tanpa sadar, kita akan menyimpang dari profesionalitas.

Menurut Hendy Setiono, CEO Baba Rafi Enterprise, keluarga atau teman dekat bisa menjadi rekan bisnis yang baik karena sudah dikenal dan tahu kapasitasnya. “Tapi ada syaratnya. Anda harus mampu menjaga komitmen agar senantiasa bersikap profesional,” ujar Hendy.

Rekan bisnis berperan penting dalam mengembangkan suatu usaha. Karena dengan demikian, masing-masing individu saling melengkapi kekurangan dan mencapai hasil maksimal.

“Kalau boleh jujur, Baba Rafi juga tidak akan bisa berkembang sampai sejauh ini tanpa kerja sama dari para rekan bisnis kami,” kata Hendy.

Begitu pentingnya arti rekan bisnis buat Hendy, sehingga menurutnya ada beberapa hal yang dapat dipelajari saat memilih rekan bisnis. Ia mencontohkan usaha Kebab Turki Baba Rafi yang sudah melambungkan namanya.

Pertama-tama, sang partner harus menyukai usaha yang dijalankan, dalam kasus Hendy yaitu bidang kuliner. Termasuk jenis makanan kebab sebagai produk. Calon rekan bisnisnya pun harus menjadi pelanggan Baba Rafi, setidaknya sekali.

“Misalnya calon rekan bisnis kita saja tak tertarik dengan produk yang akan dijual, bagaimana ia berkontribusi maksimal dalam mengembangkan bisnis saya?” tuturnya.

Selanjutnya, calon rekan bisnis perlu mempunyai komitmen kuat dan teguh untuk mengembangkan brand, bekerja keras dan aktif mengoperasikan bisnis. Sebab, komitmen kuat membuat orang mampu menghadapi risiko serta keberhasilan.

“Gampangnya, ia tidak akan berpikir atau bertindak negatif terhadap usaha itu. Seperti membawa lari keuntungan yang diperoleh, dan lain sebagainya,” aku Hendy.

Track record tak boleh diabaikan sewaktu memilih rekan bisnis. Besar kemungkinan, kita belum tahu asal-usulnya. Lakukan riset terkait latar belakang dan pengalaman bisnis sang calon partner.

“Tanyalah salah satu pihak yang pernah menjalin kerja sama dengan orang tersebut. Dari situ, kita mengetahui kualitasnya dan tidak kecewa di kemudian hari,” katanya.

Hal terakhir, lanjut Hendy, kita yakin ia benar-benar bisa dipercaya. Entah dari karakter maupun kemampuannya menjalani tugas dan tanggung jawab. Lewat komunikasinya saja, kita dapat menebak sedikit seberapa luas wawasannya pada bisnis yang akan digeluti.

Sementara itu, Herman Susastro, Direktur PT Galva Technovision mengatakan, agak susah mengenali apakah seseorang dapat dipercaya atau tidak. “Belajar peka, banyak bergaul dan belajar dari pengalaman. Ibarat kata, kita harus punya intuisi tajam,” ujarnya. [GP]

SHARE