Suka Bermain Sepak Bola, Pahami Risiko Fatalnya | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Suka Bermain Sepak Bola, Pahami Risiko Fatalnya
Sopan Sopian | Sport & Hobby

Tidak bisa dipungkiri, olahraga sepak bola menjadi salah satu olahraga paling digandrungi, khususnya oleh pria di dunia. Di Indonesia sendiri, menurut penelitian yang dilakukan Nielsen Sport, 77% penduduk Indonesia memiliki ketertarikan pada olahraga ini.

sepak bola - Male Indonesiapixabay.com

Atas hasil penelitian itu, Indonesia menjadi negera kedua yang sangat tertarik dengan olahraga sepak bola. Nigeria menjadi uturan pertama dalam hal ini. Mereka yang tertarik sepak bola pun tidak sedikit pula yang hanya menikmati lewat menonton pertandingan. Namun juga secara ikut bermail di lapangan hijau. Baik lapangan besar atau kecil (futsal). 

Sebagai olahraga, tentu sepak bola memiliki manfaat bagi kesehatan. Namun, di sisi lain, sepak bola juga ternyada mengandung bahaya tersendiri bagi kesehatan, bahkan bahayanya tak tanggung-tanggung. Berikut beberapa sisi fatal dari olahraga sepak bola yang perlu Anda ketahui.

Risiko Penyakit Neurodegeneratif
Pesepak bola, baik yang aktif maupun sudah pensiun, punya kecenderungan tinggi menderita penyakit saraf seperti Alzheimer dan Demensia. Para pesepak bola tiga kali lipat lebih rentan meninggal dunia akibat penyakit-penyakit tersebut, dengan risiko empat kali lipat meninggal dunia akibat Alzheimer.

Cedera Fisik
Bukan hanya sekali dua kali terdengar kasus pesepak bola yang harus pensiun dini akibat cedera akut, seperti lutut atau patah kaki. Cedera kambuhan di usia lanjut di kalangan pesepak boal biasanya menyerang jaringan otot, lutut, engkel, dan siku.

Gegar Otak
Kontak fisik tidak bisa dipisahkan dari sepak bola. Sudah cukup banyak kasus terjadinya gegar otak baik ringan maupun berat yang menimpa pesepak bola. Di lingkungan sepak bola profesional, FIFA sebagai lembaga tertinggi, menyikapi serius terkait risiko gegar otak akibat benturan. Jika pemain mengalami benturan atau cedera kepala, wasit diminta untuk segera menghentikan permainan agar si pemain bisa segera mendapat perawatan.

Depresi
Trauma pada kepala secara berulang dapat menyebabkan pesepak bola mengalami depresi. Tidak hanya itu, terbiasa hidup dalam dunia glamour dan hiruk pikuk ketika aktif membuat mereka merasa kesepian saat pensiun kelak apabila tidak punya keterampilan lain. Sebagaimana diketahui, kesepian adalah salah satu pemicu depresi.

Trauma Encephalopathy
Trauma satu ini disebabkan gegar otak yang pernah dialami penderita. Penyakit satu ini menyerang bagian kepala dan dapat menyebabkan perubahan mood dan perilaku secara tiba-tiba. Menurut American Medical Association, sekira 87% mantan pemain sepak bola ala Amerika menderita penyakit ini. *** (SS)

SHARE