Gangguan Kesehatan Timbul Akibat Piala Dunia - Male Indonesia
Gangguan Kesehatan Timbul Akibat Piala Dunia
MALE ID | Sex & Health

Piala Dunia 2018 sudah bergulir sejak 14 Juni 2018 lalu. Bahkan Anda mungkin telah mengatur jadwal menonton partai puncak bersama teman atau pasangan.

 gangguan kesehatan - male IndonesiaDavid Wilson/Flickr.com

Namun, jangan sampai kegiatan menonton tim yang Anda jagokan sampai mengorbankan kesehatan. Perubahan pola hidup yang terjadi sepanjang gelaran Piala Dunia 2018 dapat memicu gangguan kesehatan.

Sejumlah penelitian menyebutkan, gangguan kesehatan yang bisa terjadi mulai dari serangan jantung, stroke, kecelakaan, bunuh diri, seks tidak aman, hingga mengalami penyiksaan.

Jurnal yang dipublikasikan di The American Journal of Medicine pada 2010 bahkan mengatakan bahwa turnamen olahraga besar bukan sekadar permainan. Melainkan dapat menimbulkan penyakit kardiovaskular dan meningkatkan angka kematian.

Dalam jurnal tersebut disebutkan, pasien paling berisiko adalah mereka yang mengalami penyakit arteri koroner dan mudah mengalami stres. Misalnya kondisi sebagai penggemar bola penuh semangat, permainan bertensi tinggi dan kekalahan.

Penggila bola sering berteriak, “hampir saja terkena serangan jantung” saat tim yang mereka dukung gagal melakukan serangan atau tim lawan nyaris membobol gawang.

Hal ini rupanya tak bisa dianggap gurauan belaka. Kondisi psikologis seperti stres, kecemasan dan kemarahan --biasa dirasakan para penikmat sepak bola-- berpotensi memicu serangan jantung.

“Kami paham, momentum itu mengundang ketertarikan sangat tinggi. Namun jangan membuat kita melupakan kesehatan,” kata Julie Ward, perawat jantung senior di British Heart Foundation.

Risiko gangguan kesehatan bisa ditekan lewat berbagai cara. Entah mengonsumsi aspirin, meditasi serta mengurangi kebiasaan merokok, makanan berlemak dan alkohol.

Penyakit mata hingga bunuh diri

Tidak hanya masalah jantung, turnamen olahraga seperti Piala Dunia juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan mata.

Studi lain mencatat adanya lonjakan jumlah kasus oklusi pembuluh darah retina sepanjang Piala Dunia 2014 bergulir.

Oklusi pembuluh darah retina merupakan kasus dimana pembuluh darah pada mata tersumbat atau disebut juga ‘eye stroke’. Kebanyakan terjadi pada orang yang punya penyakit jantung dan pembuluh darah.

Para peneliti kemudian membandingkan angka kasus tersebut di German University Eye Clinic selama empat minggu sebelum dan setelah Piala Dunia 2014. Hasilnya pun mencengangkan. Tekanan emosional ketika mengikuti Piala Dunia meningkatkan risiko oklusi pembuluh darah retina.

Turnamen olahraga juga memberikan rasa memiliki (sense of belonging) dan kesan identitas. Harapan untuk menang membumbung, bahkan bagi penggemar tim yang tidak pernah menang.

Karena rasa emosional mendalam dan ekspektasi tinggi, kegagalan akan menimbulkan kekecewaan mendalam. Hal ini bisa memicu lebih dari air mata.

Sejumlah penelitian bahkan menemukan kasus bunuh diri meningkat pasca kekalahan di momentum Piala Dunia. Contohnya kenaikan angka anak muda di Teheran, Iran yang minum racun selama Piala Dunia 2014. Iran sendiri tersingkir di fase knockout.

Sebaliknya, studi pada 2012 melaporkan bahwa terdapat penurunan angka bunuh diri cukup signifikan di Prancis selama empat minggu penyelenggaraan Piala Dunia 1998, dimana negara itu jadi tuan rumah dan juara. [GP]

SHARE