Gaya Khas Bermain Sepak Bola dari Berbagai Negara - Male Indonesia
Gaya Khas Bermain Sepak Bola dari Berbagai Negara
Gading Perkasa | Sport & Hobby

Sepak bola merupakan olahraga nomor satu di dunia. Dan setiap tim, bahkan negara selalu mengandalkan gaya permainan berbeda-beda.

pxhere

Maka tidak jarang, jika gaya tersebut kerap diidentikkan dengan tim tertentu. Sebagai contoh, ketika berbicara kick n rush, pecinta sepak bola langsung terbesit pada Inggris.

Sementara bila menyebut catenaccio, itu merupakan signature asli Italia. Lantas sebenarnya apa perbedaan dari masing-masing gaya permainan yang mereka terapkan? Berikut penjelasannya untuk Anda.

Kick and rush (Inggris)
Gaya kick and rush memakai taktik umpan bola panjang jauh ke depan. Charles Reep, orang yang pertama kali melahirkan diskusi mengenai gaya ini mengatakan bahwa sebuah tim hanya membutuhkan umpan sebanyak tiga kali sebelum mencetak gol.

Sementara Charles Hughes, mantan direktur kepelatihan di federasi sepak bola Inggris (FA) menyebut, sebuah gol bisa dicetak hanya dalam lima kali passing. Itu akan efektif jika tim memiliki striker bertubuh jangkung.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya memanfaatkan set piece dan crossing ke kotak penalti lawan. Umumnya, pemain harus siap mendahului pemain lawan menuju titik tersebut. Banyak pengamat menyebutnya kuno dan membosankan.

Catenaccio (Italia)
Setali tiga uang dengan teknik bermain Inggris, catenaccio sering dituduh sebagai gaya yang cenderung negatif. Padahal lewat gaya inilah Italia berhasil menjuarai Piala Dunia 1982.

Taktik yang diimplementasikan mengesankan sebuah tim tanpa kemampuan dan hanya mengandalkan keberuntungan semata.

Catenaccio biasa diterjemahkan sebagai “parkir bus”, yakni menumpuk pemain di lini belakang. Pelatih memastikan, area pertahanan terkunci sehingga segala serangan lawan bisa digagalkan.

Ada satu pemain yang ditugaskan sebagai sweeper, dimana ia membantu pertahanan dan menyapu bersih bola musuh. Peran itu dipegang oleh Franco Baresi.

Setelah bola direbut, pemain tengah mengambil bola dari sweeper dan memberikan kepada penyerang di depan. Polanya kemudian berubah menjadi counter attack.

Total football (Belanda)
Pada taktik total football, tiap pemain harus punya kemampuan bertukar posisi yang mulus. Gampangnya, pemain di lapangan diwajibkan mudah beradaptasi dengan berbagai peran

Pencetus taktik ini yaitu timnas Belanda. Di bawah asuhan Rinus Michels, para pemain seperti Johan Cruyff, Rob Rensenbrink, Wim Suurbier dan Johan Neeskens mengadopsi total football ketika bermain di Piala Dunia 1974.

Sistem yang berlaku sangat fleksibel. Penyerang bisa menggantikan gelandang. Bahkan gelandang berganti posisi, sebagai pemain bertahan.

Alhasil, kemampuan menyerap taktik dan ketahanan fisik adalah kunci utama. Tidak sekadar berlari ke zona lain, melainkan juga jeli memperhitungkan pergerakan rekan satu tim.

Joga Bonito (Brasil)
Apa yang terlintas saat melihat Pele, Garrincha atau Ronaldinho beraksi? Ketiganya seakan tidak mengindahkan pakem mengenai umpan, penguasaan bola serta pengawalan pemain.

Sewaktu masih aktif bermain, mereka bagaikan pemain yang begitu mencintai sepak bola dan membuatnya terlihat mudah, sekaligus rumit.

Publik mengenal mereka sebagai manifesto joga bonito, atau permainan cantik. Mulai menggiring bola, menipu lawan dan menceploskan bola ke gawang dengan kemampuan seniman lapangan hijau.

Sayang, kini timnas Brasil tak lagi memamerkan skill bermain penuh keindahan. Joga bonito dianggap biang keladi kegagalan Brasil di Piala Dunia 1982. Keasyikan menari bersama si kulit bundar, pemain lupa memperhatikan pertahanan timnya. [GP]

SHARE