Markas Bajak Laut, Kota Maksiat Ini Ditenggelamkan - Male Indonesia
Markas Bajak Laut, Kota Maksiat Ini Ditenggelamkan
Gading Perkasa | Story

Di Abad ke-17, Port Royal terkenal di seluruh dunia sebagai markas para bajak laut Karibia, penyelundup dan bandit yang kejam. Bahkan kota di sebuah pulau kecil perairan Jamaika ini menjadi kampung halaman “Pirates of the Carribean”, dalam arti sebenarnya.

Raychristofer

Minuman kegemaran penduduk di Port Royal, kill devil rum, bukan cuma memabukkan. Melainkan juga bikin orang tak sadarkan diri beberapa jam, bahkan meninggal. Prostitusi turut merajalela di kota berpenghuni 6.500 penduduk itu.

Sebagaimana dilansir dari BBC News, tiap satu dari empat bangunan di sana adalah bar atau tempat prostitusi. Port Royal digambarkan sebagai “kota paling jahat dan penuh dosa di dunia”.

“Arak dan wanita menguras kekayaan milik bajak laut sejadi-jadinya. Beberapa dari mereka bahkan harus mengemis,” tulis Charles Leslie dalam bukunya, A New & Exact History of Jamaica menggambarkan kondisi Port Royal di tahun 1660-an.

Namun, 7 Juni 1692, kota ini hancur hanya dalam hitungan empat menit. Saksi mata kejadian, Edmund Heath menuturkan, hawa pagi di hari itu sangat berbeda. Tak ada angin sama sekali yang bertiup.

Beberapa waktu kemudian, gempa dahsyat mencapai 7,5 skala Richter mengguncang. Gelombang tsunami menyusul datang.

“Bumi tiba-tiba terbelah dan menelan banyak manusia di depan mata. Saya lihat ombak raksasa datang dan merasa mustahil untuk saya lari,” kata Edmund yang selamat dari bencana di Port Royal, seperti dikutip dari Atlas Obscura.

Ia berada di atas kapal yang tertambat di pelabuhan. Sembari menatap nanar ke arah kota yang tiba-tiba menjadi reruntuhan.

Ketika gempa menghantam, tanah terbelah, menyedot apa pun yang ada di atasnya --bangunan, jalan raya, beserta penghuninya-- lantas kembali menutup. Itu disebabkan Port Royal dibangun di atas hamparan pasir yang tidak stabil.

wikipedia

Geyser meletus dari inti Bumi, bangunan rubuh dan kota dihantam tsunami. Gelombang gergasi menghempaskan semuanya ke laut lepas.

Sekitar empat dari lima benteng hancur dan terendam, 2.000 orang tewas seketika. beberapa hari kemudian, jumlah korban bertambah 3.000 orang (total jadi 5.000 korban jiwa) akibat luka maupun penyakit.

Ketika berita kehancuran kota ini menyebar, mayoritas orang termasuk pemuka agama setempat menyebutnya hukuman dari Tuhan atas bentuk kemaksiatan yang diperbuat masyarakatnya. Perompak dan pekerja seks, kesombongan para bangsawan terhadap rakyat kecil, serta praktik perbudakan.

Sejumlah bagian kota kini tenggelam puluhan meter ke dasar laut Karibia. Begitu pula ratusan kapal yang kala itu bersandar di pelabuhan.

Menginjak 1900-an, orang-orang melaporkan penampakan kota bawah air dan sensasi mengerikan mengambang di atasnya. Akhirnya di rentang waktu 1950-1970, para penyelam melakukan eksplorasi.

Pemburu harta karun Edwin Link menemukan artefak paling terkenal dari kota tersebut, yakni arloji saku yang jarumnya berhenti tepat pada pukul 11.43 (diyakini sebagai waktu terjadinya gempa). [GP]

SHARE