Cegah Sebelum Parah, Gangguan Obsesif Kompulsif - Male Indonesia
Cegah Sebelum Parah, Gangguan Obsesif Kompulsif
MALE ID | Sex & Health

Sepertinya banyak di antara Anda sudah pernah mendengar penyakit atau gangguan obsesif kompulsif. Disebut juga obsessive compulsive disorder (OCD), yang merupakan salah satu jenis penyakit mental.

obsesif kompulsif - male IndonesiaPhoto by Ayo Ogunseinde on Unsplash

Penyakit obsesif kompulsif bahkan memengaruhi pekerjaan, lingkungan dan hubungan asmara. Hal ini disebabkan baik pikiran dan tindakan Anda berada di luar kendali.

Sayang sekali, OCD kerap disepelekan oleh banyak orang. Jika terlambat menyadarinya, maka akan berdampak buruk terhadap kesehatan mental.

Penyebab OCD
Walau sebagian besar penderitanya adalah wanita, kaum pria juga berpotensi terkena OCD. Anda lebih mungkin mengalami gangguan ini apabila mempunyai kerabat dengan OCD, rasa cemas dan depresi, trauma, hingga riwayat kekerasan fisik sewaktu kecil.

Gejala gangguan obsesif kompulsif
Setiap penderita OCD ingin sekali berhenti berpikir atau melakukan kebiasaan yang berulang-ulang dan kompulsif. Hanya saja, mereka tidak sanggup untuk berhenti.

Obsesif dapat mencakup berbagai hal. Antara lain:

  1. Takut kuman dan semakin kotor
  2. Barang-barang harus berada di tempat yang sama persis, dan khawatir bila barang itu bergeser 1 cm saja
  3. Khawatir diri sendiri dan orang lain terluka
  4. Kesadaran konstan untuk bernapas dan berkedip
  5. Keyakinan bahwa suatu warna dan angka tertentu baik atau buruk
  6. Selalu mencurigai pasangannya tidak setia, tanpa alasan jelas

Sedangkan, kompulsif merupakan perilaku berulang alias kebiasaan mental yang dirasa harus dilakukan seseorang. Seperti:

  1. Mencuci tangan berkali-kali
  2. Melakukan tugas dalam urutan tertentu setiap saat
  3. Pemeriksaan berulang pada pintu yang terkunci serta hal lain
  4. Takut menyentuh gagang pintu, memakai toilet umum atau berjabat tangan

Langkah yang dapat membantu diagnosis OCD meliputi pemeriksaan fisik, tes laboratorium dan evaluasi psikologis.

Seringkali sulit mendiagnosis penderita OCD karena gejalanya bisa menyerupai masalah kepribadian, depresi, kecemasan, skizofrenia bahkan gangguan mental langka lainnya.

Penanganan seperti apa yang tepat bila menderita obsesif kompulsif?
Ada dua perawatan utama bila menderita OCD. Yaitu psikoterapi dan obat-obatan. Psikoterapi adalah terapi perilaku kognitif, yang sangat efektif menyembuhkan para pengidap OCD.

Terapi ini butuh usaha dan latihan cukup keras, namun setelahnya Anda bisa menikmati hidup yang lebih berkualitas, serta menguasai obsesi dan kompulsi Anda.

Sementara obat psikiatri tertentu akan membantu mengendalikan kedua hal berbahaya itu. Termasuk clomipramine (anafranil), fluoxetine (prozac), fluvoxamine, paroxetine, dan sertraline. [GP]

SHARE