Asupan Suplemen Ini Ternyata Tidak Bermanfaat - Male Indonesia
Asupan Suplemen Ini Ternyata Tidak Bermanfaat
MALE ID | Sex & Health

Asupan suplemen vitamin dan mineral menjadi salah satu kebutuhan pokok sebagian orang, terutama pria. Namun, hasil dari penelitian terbaru menunjukkan fakta mengejutkan.

asupan suplemen - male IndonesiaPhoto by Jonathan Perez on Unsplash

Rupanya, mengonsumsi dua asupan suplemen seperti vitamin maupun mineral tidak membawa kebaikan apapun bagi kesehatan manusia alias tidak ada gunanya. Kok bisa?

Sebuah tinjauan sistematis dari data terbaru serta pengujian yang dilakukan hingga Oktober 2017 lalu menemukan bahwa suplemen populer seperti vitamin C, D dan kalsium tidak memberikan keuntungan bagi kesehatan kita.

Di samping itu, belum ada bukti yang menguatkan, asupan suplemen tersebut mampu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, serangan jantung, stroke dan kematian dini.

Studi ini dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology, dipimpin oleh para peneliti dari St. Michael’s Hospital University of Toronto, Kanada.

Mereka meneliti sejumlah suplemen seperti A, B1, B2, B3 (niacin), B6, B9 (asam folat), C, D, E, karoten, kalsium, zat besi, magnesium dan selenium.

“Kami agak terkejut karena hanya menemukan sedikit efek positif dari suplemen yang selama ini dikonsumsi orang,” tutur David Jenkins selaku pemimpin penelitian.

“Studi kami juga mengungkap bahwa mengonsumsi multivitamin cukup aman untuk dilakukan. Sayangnya, hal itu tidak memberikan keuntungan apapun,” tuturnya lagi.

Walau demikian, menurut para peneliti, terdapat suplemen yang bermanfaat bagi kesehatan. Asam folat dan vitamin B mampu mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

Niacin dan anti-oksidan juga berkaitan dengan penurunan risiko kematian. Tapi bila dikonsumsi dalam dosis tinggi, dampaknya bisa berbahaya.

Peneliti menyarankan agar konsumsi suplemen dilakukan ketika mengalami defisiensi. Itu pun harus berdasarkan rekomendasi ahli kesehatan.

Sebagai contoh, vitamin D yang sulit diperoleh dari makanan, bisa diganti asupan suplemen. Jika tidak, makanan sehat sudah lebih dari cukup guna memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral kita.

“Meskipun beberapa suplemen seperti asam folat dapat mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung, hal paling menguntungkan adalah kalau kita bergantung pada pola makan sehat,” ucap Jenkins.

“Sampai detik ini, tidak ada suplemen mana pun yang lebih bermanfaat ketimbang semangkuk sayuran, buah dan kacang-kacangan,” ucapnya lagi. [GP]

SHARE