Pelari Tercepat dalam Sejarah, Tutup Karir dengan Kekalahan - Male Indonesia
Pelari Tercepat dalam Sejarah, Tutup Karir dengan Kekalahan
MALE ID | Sport & Hobby

Pelari tercepat yang juga Sprinter Jamaika, Usain Bolt menyampaikan perpisahan yang mengharukan setelah kalah dari Sprinter Amerika Serikat, Justin Gatlin, pada lomba individu terakhirnya di Kejuaraan Dunia Atletik 2017, Minggu (13/8/2017). "Saya ingin menyampaikan selamat tinggal kepada fans dan salam berpisah dengan event-event saya juga," tutur Bolt seperti dikutip dari laman Guardian.

pelari tercepat Grzegorz Jereczek/wikimedia[/caption]

Usain Bolt Bolt hampir menangis. Ambisinya untuk mendapatkan emas di ajang terakhirnya, gagal. Pria tercepat dalam sejarah ini hanya bisa meraih perunggu pada nomor 100 meter yang menjadi andalannya, serta gagal merampungkan nomor estafet 4x100 meter karena mengalami cedera di tengah lomba.

Meski tak menoreh hasil manis pada partisipasi terakhirnya ini. Usain Bolt nyatanya tetap dielu-elukan penonton yang datang ke London Stadium. Mengapa tidak, pria kelahiran Trelawny, Jamaika, 21 Agustus 1986 ini mendominasi nomor sprint selama karirnya.

Tak salah jika dia dinobatkan sebagai pelari tercepat saat ini. Karena Usain Bolt adalah adalah pemegang rekor dunia lari 100 m dan 200 m putra saat ini, masing-masing dengan catatan waktu 9,58 detik dan 19,19 detik yang diciptakannya pada Kejuaraan Atletik Dunia 2009.

Sebelumnya Bolt juga mencatatkan rekor pada Olimpiade Beijing 2008 dengan catatan kecepatan 9,69 detik dan 19,30 detik, kemudia dia pecahkan sendiri di tahun berikutnya. Pada 2004, Bolt mmenciptakan rekor dunia junior pada cabang lari 200 m dengan waktu 19,93 detik. Kemudian di tahun 2007 dia meraih medali perak pada Kejuaraan Dunia 2007 di Osaka dalam nomor lari 200 m dengan catatan waktu 19,91 detik.

Mungkin, jika bukan karena cidera ditengah-tengah pertandingan, Bolt tidak akan mencatatkan akhir karirnya dengan kesedihan. Bolt yang tampil bersama Omar McLeod, Julian Forte dan Yohan Blake terjatuh setelah menerima tongkat sebagai pelari ketiga. Dia terpincang-pincang sambil memegang paha kirinya sebelum terjatuh di hadapan 60.000 penonton.

Tetapi setidaknya, sejarah sudah mencatatkan namanya sebagai pelari tercepat di dunia. Acara perpisahan Bolt digelar di lintasan tempat dirinya meraih tiga medali emas pada Olimpiade 2012. Momen tersebut juga dihadiri Walikota London, Sadiq Khan, dan Presiden Asosisasi Atletik Dunia (IAAF), SEb Coe. ** (SS)

SHARE