Ada Bahaya Apa di Balik Penggunaan Cotton Bud? | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Ada Bahaya Apa di Balik Penggunaan Cotton Bud?
Sopan Sopian | Sex & Health

Pernah Anda mengira jika ancaman vertigo datang dari cotton bud? Jawabannya tentu tidak, tetapi efek dari penggunakan cotton bud-nyalah yang bisa mengancam terjangkitnya vertigo, khususnya bagi yang kerap menggunakannya untuk membersihkan telinga.

male indonesia cotton budpixabay.com

Menjaga kebersihan adalah cerminan dari seseorang untuk hidup sehat, sehingga perlu membersihkan tubuh dari segela jenis kotoran, yang salah satunya berada di dalam telinga. Namun dalam membersihkan telinga orang terkadang asal dalam menggunakan alat pembersihnya, yang berujung pada sebuah penyakit.

Cotten bud ataupun korek kuping adalah salah satu alat dalam membersihkan terlinga, tentunya agar kotoran dapat dikeluarkan. Tetapi siapa sangka, praktik niat membersihkan ini justru dapat menyebabkan vertigo. Penyebabnya adalah kotoran yang ingin dikeluarkan dengan cotten bud, malah semakin ke dalam, hingga ke daerah gendang telinga.

Masuknya kotoran telinga ke daerah gendang telinga, disebabkan karena terdorong masuk oleh cotton bud itu sendiri. Mungkin tanpa sadar, bagian yang terangkat ke luar memang benar-benar bersih, padahal tidak. Tidak hanya itu, efek dari cotton bud-nya juga begitu berbahaya.

Dijelaskan dr. Selfiyanti Bimantara Mkes., SpTHT-KL,. bahwa membersihkan telinga dengan korek kuping secara berlebihan dapat mengakibatkan iritasi pada telinga. “Penggunaan cotton bud yang terlalu sering pada liang telinga dapat mengakibatkan tertusuknya gendang telinga hingga menyebabkan kebocoran pada gendang telinga,” jelas dr. Selfi.

dr. Selfiyanti juga menambahkan bahwa, adanya gesekan-gesekan korek kuping ketika membersihkan telinga, bisa saja membuat ujung kapas pada korek kuping terkelupas dan menyangkut di dalam liang telinga. Tekstur yang keras mengakibatkan telinga menjadi luka pada lubang telinga hingga robeknya gendang telinga.

Jika terjadi, dalam telinga yang rusak akan timbul sel bernama Kolesteatoma. Sel berbahaya yang mengandung zat khusus yang fungsinya menggerogoti tulang yang ada pada bagian telinga dalam hingga penderitanya mengalami penyakit lain seperti vertigo hingga gangguan saraf pada wajah.

“Bakteri dan jamur juga akan mudah berkembang. Bila telinga infeksi, maka sel Kolesteatoma akan tumbuh cepat pula. Sel ini akan mendesak dan menekan organ di sekitarnya dan menimbulkan nekrosis pada tulang. Yang disebut proses nekrosis muncul karena adanya reaksi asam dari bakteri yang membusuk. Jadi ada baiknya berhati-hati dalam membersihkan telinga,” tutup dr. Selfiyanti. ** (SS)

SHARE