Canggih! Teknologi ini Bisa Prediksi Asmara Anda | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Canggih! Teknologi ini Bisa Prediksi Asmara Anda
Sopan Sopian | Digital Life

Pernahkah Anda berpikir jika kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat memprediksi kelanggenangan asmara Anda? Mungkin jika untuk berbagai bidang ilmu sains, sudah biasa. Karena memang sebagian besar yang mengembangkan AI ini bertujuan untuk mempermudah aktivitas manusia di berbagai bidang keilmuan.

asmara Anda - Male IndonesiaPhoto by Thought Catalog on Unsplash

Tetapi justru ini muncul dalam hubungan emosional. Di mana Kecerdasan buatan dapat meprediksi kelanggengan asmara berdasarkan cara Anda berbicara dengan pasangan. Karena sebuah nada suara tertentu bisa menyampaikan makna. Hal ini biasanya digunakan oleh para aktor, tentu mereka telah terlatih untuk itu, melalui cara berbicara, yang juga terkadang dengan lebih efektif dari hanya kata-kata.

Tapi seberapa banyak informasi yang dibawa oleh nada suara dan pola percakapan kita dan bagaimana hal itu mempengaruhi hubungan dengan orang lain? Ditambah lagi sitem komputasi sudah dapat mengenali orang dari suaranya. Jadi bisakah sistem komputasi memberi tahu kita tentang kehidupan cinta? Secara mengejutkan, tampaknya bisa.

Mengutip laman the conversation, penelitian baru yang diterbitkan di jurnal PLOS-ONE, telah menganalisis karakteristik vokal 134 pasangan yang menjalani terapi. Peneliti dari University of Southern California menggunakan komputer untuk mengekstrak bahan-bahan dalam menganalisis ucapan dari rekaman sesi terapi partisipan selama lebih dari dua tahun. 

Bahan itu termasuk tinggi rendah suara (pitch), variasi tinggi rendah suara, dan intonasi. Semuanya berhubungan dengan aspek suara seperti nada (tone) dan intensitas. Algoritme pembelajaran mesin (machine-learning) kemudian dilatih untuk mempelajari hubungan antara sifat-sifat vokal tersebut dan hasil akhir terapi. 

Ini tidak sesederhana mendeteksi suara berteriak atau meninggi, algoritme bisa mendeteksi alur percakapan, siapa berbicara kapan dan untuk berapa lama, juga bunyi dari suara tersebut. Ternyata mengabaikan apa yang dikatakan dan mengingat hanya pola bicara ini saja cukup untuk memprediksi apakah pasangan akan tetap bersama atau tidak.

Yang menarik, rekaman video lengkap dari sesi terapi kemudian diberikan kepada para ahli. Berbeda dengan artificial intelligent (AI), mereka membuat prediksi menggunakan penilaian psikologis berdasarkan atribut vokal (dan lainnya), termasuk kata-kata yang diucapkan dan bahasa tubuh.

Yang mengejutkan, prediksi mereka tentang kisah akhir para pasangan lebih rendah (mereka benar dalam 75,6% kasus) daripada prediksi yang dibuat oleh AI berdasarkan karakteristik vokal (79,3%). Jelas ada elemen-elemen yang diterjemahkan menjadi kode dalam cara kita berbicara, yang bahkan para ahli pun tidak sadar. 

Tetapi gabungan penilaian mesin dengan penilaian ahli menghasilkan prediksi tepat yang paling tinggi (79,6% benar). Pentingnya temuan ini bukan tentang melibatkan AI dalam konseling perkawinan atau membuat pasangan berbicara lebih baik satu sama lain (walau itu manfaat yang akan terjadi). 

Arti pentingnya adalah mengungkapkan berapa banyak informasi tentang perasaan mendasar kita yang terbentuk menjadi kode dalam cara kita berbicara, beberapa di antaranya sama sekali tidak kita ketahui. ** (SS)

SHARE
kecerdasan buatan, digital, era digital, digital era, digital age, internet, bisnis digital, digital business, transformasi digital,men, man, male, masculin, pria, laki, lelaki, laki-laki, cowok, majalah pria, majalah laki, men magazine, man magazine, male magazine, info pria, info laki, info lelaki, info cowok, hiburan pria, hiburan lelaki, men entertainment, entertainment, male indonesia, maleindonesia, men lifestyle