Cara Pandang Milenial Terhadap Hubungan Asmara | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Cara Pandang Milenial Terhadap Hubungan Asmara
Gading Perkasa | Relationships

Generasi milenial memang dikenal punya hubungan rumit dalam asmara, apalagi komitmen serius. Apa sebenarnya yang melatarbelakangi hal tersebut?

  male indonesia hubungan asmaraImage by rawpixel.com

Seperti dilansir dari Huffington Post, secara statistik mereka yang berusia 20-30 tahun menunda untuk menjalin komitmen jangka panjang. Jennifer Behnke, terapis keluarga yang secara spesifik menangani generasi milenial mengamati fenomena ini. 

Menurutnya, banyak dari mereka memiliki standar sangat tinggi terkait komitmen jangka panjang. Dan terkadang, standar itu merupakan sesuatu yang agak mustahil.

“Mereka tidak akan bertahan dalam hubungan yang kurang sesuai keinginan mereka. Generasi milenial tahu ada banyak ikan di laut, dan sebagian di antaranya akan senang hati memenuhi standar mereka,” kata Jennifer.

Lantas apa yang diinginkan oleh generasi milenial dari pasangan mereka? Berikut ulasan selengkapnya.

Pasangan Ambisius
“Mereka mencari pasangan yang setara dalam segala hal. Seseorang yang dapat tumbuh, melengkapi pekerjaan dan mungkin meningkatkan karier mereka suatu hari nanti,” ujar Jennifer.

Lebih lanjut, kata Jennifer, kaum milenial adalah tipikal pekerja keras. Mereka tidak ingin pasangannya menghabiskan sebagian besar waktunya di salon atau sekadar duduk di kafe.

Kehidupan Lain di Luar Hubungan
Joyce Morley, terapis keluarga menyebutkan, milenial ingin terus bersama. Namun di sisi lain, mereka juga mengejar tujuan karier, mempertahankan perkawanan lama dan baru, serta tetap menikmati hobi mereka.

“Mereka percaya akan mencapai kesuksesan sebagai pasangan karena prestasi individual mereka,” ucap Joyce.

Mau berkomitmen, Tapi Bukan Jangka Panjang
“Salah satu sifat dasar generasi milenial adalah, mereka mau berkomitmen, tapi kurang tertarik untuk komitmen jangka panjang,” kata Deborah Duley, psikoterapis dan direktur klinis dari Empowered Connections.

“Ini berbeda dari generasi masa lalu, dan dapat dikaitkan dengan pengalaman mereka melihat begitu banyak komitmen gagal, yang paling tak diinginkan banyak milenial. Mereka ingin hubungan serius, tapi saya tidak mendengar mimpi menikah,” katanya lagi.

Menghargai Hubungan Seksual
“Milenial cenderung mengharapkan dan menciptakan hubungan yang didasarkan pada landasan kuat dari keintiman sejati, termasuk hubungan seksual,” tutur Deborah. [GP]

SHARE