Diet Nordik, Solusi atau Bencana Kesehatan - Male Indonesia
Diet Nordik, Solusi atau Bencana Kesehatan
MALE ID | Sex & Health

Barangkali diet nordik kurang familier di telinga sebagian masyarakat Indonesia, khususnya Anda. Namun ada saja yang mulai mencoba menerapkan pola diet ini. Bagaimana dampaknya bagi kesehatan tubuh?

diet nordik - Male Indonesiapxhere.com

Selain dikenal dengan sistem pendidikan yang ideal, penduduk di negara-negara Skandinavia juga punya pola makan cukup sehat. Pola makan ala Skandinavia inilah yang kemudian sering disebut diet nordik.

Ternyata, diet tersebut sangat direkomendasikan. Sebab sesuai dengan anjuran dari World Health Organization (WHO) untuk mengonsumsi lebih banyak sumber serat.

Diet nordik didasarkan pada makanan tradisional khas orang Eropa Utara, yang menerapkan konsumsi bahan makanan lokal berbasis ikan, biji-bijian, sayuran, serta buah-buahan.

Tidak seperti diet mediterania (juga sedang populer di kalangan masyarakat kita), diet nordik bertahan lebih lama, ramah lingkungan karena mendorong kita mengonsumsi makanan yang dimasak sendiri. Pola dietnya lebih banyak protein, tanpa lemak atau karbohidrat.

Lebih lanjut, bila diet meditarania memakai minyak zaitun, diet ini menggunakan minyak kanola dan minyak rapeseed, yang notabene lemak tak jenuh tunggal.

“Pola diet ini sangat mengutamakan makanan utuh atau melewati proses lebih sedikit, sehingga tidak mengalami penurunan nutrisi,” tutur Nichola Ludlam Raine, ahli gizi.

Makanan yang biasa dikonsumsi dalam program diet nordik sebagian besar bersumber dari bahan pangan di negara-negara seperti Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia dan Swedia.

Baik daging giling, daging unggas, kacang-kacangan, sayuran akar dan sereal gandum, juga termasuk dalam daftar makanan pada pola diet ini.

Perlu diketahui, diet nordik telah ada selama berabad-abad. Hanya saja kemunculannya baru diakui pada tahun 2004 berkat dua koki bernama Rene Redzepi dan Claus Meyer. Keduanya merevolusi konsep nordik untuk restoran Noma, tempat mereka bekerja.

Restoran mereka menyediakan makanan yang berfokus pada diet makanan hijau, kandungan gula dan garam rendah. Oleh karena itu, WHO menyatakan jika diet ini dapat menurunkan risiko kanker, diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Manfaatnya pun dianggap setara dengan diet mediterania. Mengenai manfaatnya demi menurunkan berat badan, ahli gizi Rhiannon Lambert mengatakan belum ada penelitian besar terkait hal tersebut.

“Paling penting adalah menerapkan diet seimbang, tidak ada yang ajaib tentang diet nordik,” ujar Lambert. [GP]

SHARE