Perseteruan Musikalitas Band Rock Legendaris | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Perseteruan Musikalitas Band Rock Legendaris
Gading Perkasa | News

Guns N Roses (GNR) adalah band legendaris dunia. Siapapun tentu mengenalnya. Karya-karya yang mereka buat selalu enak didengar dan menjadi kiblat band beraliran rock di era 90-an hingga 2000-an.

Ed Vill/wikipedia

Namun di balik nama besarnya, kondisi internal Guns N Roses tidak semulus yang Anda bayangkan MALEnials. Berbagai polemik kerap melanda band yang dibentuk pada tahun 1985 ini.

Drama Guns N Roses
Setelah merilis album perdana bertajuk Appetite for Destruction di tahun 1987, Guns N Roses langsung diterpa masalah. Para personelnya seolah-olah tidak bisa menerima popularitas yang sangat tinggi secara tiba-tiba.

Disebutkan beberapa personel tersandung masalah dengan narkotika dan obat-obatan terlarang. Bahkan Axl Rose selaku leader GNR mengancam akan keluar. Formasi lengkap GNR hanya bertahan sampai tahun 1993. Album kelima, The Spaghetti Incident? adalah penampilan terakhir Slash dan Duff McKagan.

Bagi penggemar berat GNR, sudah bukan rahasia lagi bahwa Slash dan Axl Rose tak saling tegur sapa pasca Slash memutuskan meninggalkan band di tahun 1996. Dalam sebuah wawancaranya bersama MTV 1997 silam, ia merasakan perbedaan visi dengan Axl Rose, yaitu soal kontribusi mereka di GNR.

“Visi Axl secara keseluruhan terhadap Guns N Roses jauh berbeda dari saya. Saya hanya ingin bermain gitar, menulis musik yang bagus dan berada di atas panggung. Bukan menampilkan suatu citra,” kata Slash.

Bahkan ia (Slash-red.) mengira kalau Axl Rose membenci dirinya. Gitaris nyentrik berambut ikal tersebut tak bisa mengungkap mengapa mantan rekannya bersikap demikian.

Ed Vill/wikipedia

“Semua disebabkan banyak hal, saya tak tahu mengapa. Tak ada komunikasi di antara kami. Saya masih berbicara dengan Duff McKagan dan Steven Adler. Namun jika berbicara dalam konteks GNR, tidak seorang pun bisa membuat keputusan pasti,” ujarnya dalam wawancara bersama Rolling Stone.

“Dalam hati, kecil, saya ingin formasi asli berkumpul kembali dan membawakan lagu-lagu kami. Saya tahu ini hanyalah harapan saya semata,” ujarnya lagi.

Berakhirnya Konflik
Namun, ketika diwawancarai Aftonbladet, televisi Swedia di tahun 2015, Slash mengatakan mereka mulai membuka dialog setelah saling diam belasan tahun. Ia menjawab, sudah waktunya bagi dirinya dan Axl Rose kembali berinteraksi.

“Barangkali sekarang waktunya. Tapi keadaan kami sangat tenang untuk menghilangkan hal-hal negatif yang terjadi di masa lalu,” tutur Slash.

GNR pernah tampil menghibur para penggemarnya di Indonesia di tahun 2012. hanya saja, Slash dan Duff tidak hadir lantaran meninggalkan band. Pada 2014, secara resmi, Slash dan Duff kembali bergabung bersama Axl Rose, Dizzy Reed, Richard Fortus, Frank Ferrer dan Melissa Reese.

Not in This Lifetime… Tour
Mereka akhirnya reuni dan menggelar konser bertajuk Not in This Lifetime… Tour sejak April 2016. Tur ini berjalan sukses dan memperoleh pendapatan cukup besar di 2017 lalu. Dan rencananya, mereka juga akan melangsungkan tur tersebut di Jakarta pada November 2018 mendatang.

Sekadar informasi, tiket konser Not in This Lifetime… Tour: Live in Jakarta akan dibuka sekitar bulan Juli 2018. Bagaimana, apakah Anda tertarik menyaksikan konser reuni Axl Rose dan Slash untuk pertama kalinya? [GP]

SHARE