5 Gejala Bipolar Disorder yang Harus Anda Ketahui | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
5 Gejala Bipolar Disorder yang Harus Anda Ketahui
Sopan Sopian | Sex & Health

Gangguan bipolar memiliki banyak bentuk, terutama ditandai oleh perubahan suasana hati yang ekstrim dan periode mania yang bergantian dengan periode depresi. Secara ilmiah, ganguan bipolar yang juga dikenal sebagai gangguan manik-depresif adalah  penyakit mental yang bisa diobati yang ditandai dengan perubahan suasana hati, energi, pikiran, dan perilaku yang ekstrem.

 bipolar - Male IndonesiaPixabay.com

Gangguan bipolar memiliki empat jening gangguan. Bipolar I Disorder, yang didefinisikan oleh episode mania berat yang berlangsung setidaknya 7 hari dan episode depresif berlangsung setidaknya 2 minggu. Kemudian gangguan bipolar II, di mana seseorang memiliki pola episode depresif dan hipomanik, tetapi tidak ada episode manik penuh.

Selanjutnya ada gangguan siklotimik, yang ditandai dengan banyak periode gejala hipomanik dan depresi yang berlangsung minimal 2 tahun, dan gangguan bipolar yang tidak spesifik, yang didefinisikan oleh gejala gangguan bipolar yang tidak cocok dengan ketiga jenis lainnya.

Setiap jenis gangguan bipolar dicirikan oleh perubahan suasana hati yang ekstrem, kadang-kadang melemahkan, mulai dari periode yang sangat tinggi sampai ke titik terendah yang menyedihkan dan tanpa harapan. "Perubahan suasana hati ini dapat berlangsung berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan," kata Melvin McGinnis, direktur program klinis dan penelitian bipolar di University of Michigan dalam laman Menshealth.

Tanda-tanda gangguan bipolar biasanya muncul pada masa remaja atau awal masa dewasa dan berlanjut sepanjang hidup, dengan 80 persen pasien mengalami episode manik ganda. 15 persen orang dengan gangguan bipolar menjalani hidup mereka sendiri. Nah, jika Anda atau orang terdekat Anda menunjukan tanda dan gelaja seperti berikut, segerakan cari bantuan profesional.

Riwayat Depresi
Orang dengan gangguan bipolar menghabiskan setengah hingga sepertiga waktu dalam keadaan depresi, namun kesulitannya adalah mendiagnosis kadar depresi itu sendiri. Seperti dikatakan di atas bipolar tidak seperti depresi biasa, pasalnya, orang dengan gangguan bipolar juga akan mengalami periode mania yang ekstrem. Selain itu, orang-orang yang menderita depresi sebelum usia 25 memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk menunjukkan gejala gangguan bipolar sekring berjalannya usia.

Serang Hiperaktif yang Tiba-tiba
Orang dengan gangguan bipolar, selama episode hypomanic, orang bisa menjadi sangat produktif dan kreatif. Tetapi sementara produktivitas ini mungkin memuaskan dalam jangka pendek, episode manik ini dapat melemahkan dan bahkan mengakibatkan rawat inap.

Jam Tidur yang Menurun
Di sisi lain, salah satu keunggulan hipomanik bukan hanya produktif dan kreatif yang kemudian memnimbulkan insomnia. Sayangnya di sini bukan insomnia dalam arti karena keunggulan hipomanik, tetapi kebutuhan tidur yang menurun.

Ketika seseorang biasa tidur enam sampai delapan jam semalam, kemudian secara radikal tiba-tiba menurun, itu pertanda buruk, secara fisik, Anda mungkin merasa baik-baik saja, tetapi kurang tidur itu mengganggu kestabilan suasana hati Anda

Jika Anda telah didiagnosis mengalami gangguan bipolar, sangat penting untuk menjaga kebersihan tidur yang baik dan teratur. usahakan mendapatkan enam hingga delapan jam untuk memejamkan mata per-malam.

Perilaku Pencarian Sensasi
Gejala bipolar lainnya adalah adanya pergeseran  fisiologis dalam sistem saraf dari keadaan hypomanic atau manic sering dapat membawa pada rasa tak terkalahkan dan harga diri yang meningkat. Tiba-tiba, seseorang mungkin cenderung untuk mengemudi lebih cepat, menjadi sembrono, dan mencari sensasi yang tidak biasa dari perilaku normal. ** (SS)

SHARE