Inovasi Teknologi untuk Membantu Tidur Nyenyak | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Inovasi Teknologi untuk Membantu Tidur Nyenyak
Sopan Sopian | Digital Life

Semua orang rasanya sudah tahu, jika gadget berdampak pada kurangnya tidur nyenyak jika dibawa ke dekat tubuh. Namun, melihat hari ini, rasanya sulit seseorang meninggalkan jauh gadgetnya dari tempat tidur ketikai ingin melelapkan diri. Alasannya simpel, takut ada yang menelepon dadakan atau berfungsi sebagai alarm, dan sebagainya.

Tidur Nyenyak - male IndonesiaImage by rawpixel.com

Sebuah survei Telstra secara konsisten menunjukkan bahwa lebih dari separuh pengguna yang disurvei (2800 orang dewasa Australia) mengaku menggunakan ponsel pintar di tempat tidur, sementara hampir sepertiganya mengatakan mereka menggunakan ponsel untuk menjelajahi web saat berada di toilet.

Terlepas dari masalah apapun, sesungguhnya hal itu adalah sebuah kecanduan terhadap perangkat ponsel pintar, sehingga menyebabkan sulit tidur nyenyak. Di samping itu, ada masalah lain dengan menggunakan ponsel pintar saat larut malam yang menyebabkan sulit tidur nyenyak. 

Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa cahaya biru yang dipancarkan ponsel pintarlah yang menyebabkan sulit tidur, atau dikenal sebagai rapid eye movement (REM) sleep. Dalam satu penelitian yang dilakukan era pra-smartphone pada tahun 1981 , ditemukan bahwa paparan cahaya terang mengatur jam internal tubuh manusia. 

Studi selanjutnya oleh penulis yang sama, Dr Charles Czeisler, menemukan bahwa cahaya juga dapat mengontrol sekresi hormon seperti serotonin dan melatonin. Penelitian lebih lanjut (meskipun melibatkan ukuran sampel yang kecil kurang dari 100 orang) dari tahun 2001 menyatakan bahwa cahaya frekuensi biru adalah yang paling merusak tidur.

Mengutip laman Smh, pengembang perangkat lunak sekarang telah bekerja untuk memecahkan masalah ini. Salah satu pengembang itu membuat perangkat lunak yang disebut Flux (tersedia untuk Windows, macOS dan Linux) yang memungkinkan Anda untuk menyesuaikan suhu warna layar Anda sesuai dengan lokasi dan waktu.

Perangkat lunak ini mengklaim membantu mata Anda beristirahat sambil mengurangi ketegangan mata selama penggunaan di malam hari. Pada bulan April 2018 lalu, Microsoft telah menambahkan fitur "Night Light" ke Windows 10. Cara mengantifkannya, Anda perlu pergi ke Pengaturan > Sistem > Tampilan, yang pada dasarnya melakukan hal yang sama seperti Flux. 

Apple juga memiliki mode “Night Shift” dalam sistem operasi Mac dan iPhone-nya. Untuk mengaktifkannya, Anda perlu pergi ke System Preferences > Displays > Night Shift. Jika Anda memiliki perangkat Android dan itu adalah Pixel, "Night Light" tersedia di luar kotak. Sementara itu, ada nama lain yang disebut "Blue Light Filter" di perangkat Samsung Galaxy.

Aplikasi penyaringan cahaya pihak ketiga lainnya, tersedia di Google Play store, adalah Twilight. Ada juga CF.lumen dan f.lux, meskipun kedua aplikasi ini mengharuskan Anda untuk "menjebol" ponsel Anda (meretasnya sehingga Anda dan aplikasi tertentu yang Anda pasang dapat memperoleh akses tak terbatas ke seluruh sistem file).

"Perangkat seperti ponsel memancarkan cahaya biru itu yang memengaruhi tingkat melatonin pada tubuh, yakni bahan kimia yang membantu kita tidur di malam hari," kata James Swanwick pendiri kacamata panyaring cahaya biru, Swanwick Sleep.

Di lain pihak, dalam situs Apple menyatakan bahwa penelitian telah menunjukkan bahwa paparan cahaya biru terang di malam hari dapat mempengaruhi ritme sirkadian Anda dan membuatnya lebih sulit untuk tertidur. Di mana Night Shift menggunakan jam dan geolokasi komputer Anda untuk menentukan kapan matahari terbenam di lokasi Anda.

Jadi jika Anda mengalami sulit tidur karena paparan cahaya biru dari ponsel atau komputer Anda, mungkin sudah saatnya menggunakan teknologi melawan teknologi dan mencoba beberapa solusi yang tersedia yang dijelaskan di atas. Namun, rutinitas terbaik adalah selalu menerapkan aturan tidak ada perangkat di kamar tidur. Meskipun sulit untuk diterapkan, itu untuk kebaikan Anda. ** (SS)

SHARE