Ucapan Terima Kasih Berkurang Seiring Keakraban - Male Indonesia
Ucapan Terima Kasih Berkurang Seiring Keakraban
MALE ID | Relationships

Ucapan terima kasih pada seseorang yang telah menolong atau memudahkan urusan Anda merupakan bentuk menghargai orang lain. Cara ini juga dianggap dan dinilai sangat sopan.

male indonesia ucapan terima kasih-02
Pexels.com

Akan tetapi, tim periset internasional menemukan bahwa ucapan terima kasih justru jarang dilakukan dalam lingkungan sosial dan keluarga yang benar-benar dekat.

Kesimpulan ini diungkapkan oleh peneliti dalam jurnal Royal Society Open Science. Peneliti membeberkan alasan mengapa orang jarang mengucapkan terima kasih kepada orang terdekat.

Hasil kesimpulan riset diperoleh para peneliti melalui eksperimen sederhana. Mereka memasang mikrofon di rumah keluarga dan tempat perkumpulan sukarelawan di sejumlah negara.

Mereka berhasil mendokumentasikan 1.057 percakapan yang menggambarkan interaksi sosial antar dua manusia atau lebih terkait memberikan dan menawarkan bantuan. Seluruh percakapan berasal dari lima negara di dunia, dengan delapan bahasa berbeda-beda.

Peneliti menganalisis bahwa ucapan terima kasih jarang dilakukan orang pada anggota keluarga dan sahabat. Selain itu, mereka juga menemukan ada perbedaan signifikan antar masing-masing partisipan berdasarkan jenis bahasa.

Jadi, orang yang menggunakan bahasa Inggris cenderung mengucapkan terima kasih 14,5% lebih banyak. Orang berbahasa Italia hanya 13,5%. Beberapa negara asing lainnya ditemukan lebih sedikit, seperti Polandia yang hanya 2%.

Sementara partisipan yang menggunakan bahasa lain, rata-rata hanya mengucapkan terima kasih 5,5% dalam keseluruhan percakapan sehari-hari.

Menurut peneliti, hasil ini bukan mencerminkan sikap kasar atau tidak sopan pada keluarga, melainkan contoh standar dari konsep timbal balik. Saat Anda meminta tolong pada keluarga, biasanya mereka memang akan memberikan bantuan.

Dalam satu hari, anggota meminta bantuan kepada anggota keluarga lainnya rata-rata sekali dalam 1,5 menit. Peneliti juga melihat, ketika ucapan terima kasih tak dilakukan, anggota keluarga yang memberi bantuan tidak marah atau tersinggung. Rasa keberatan baru muncul waktu permintaan bantuan dibalas dengan kata “tidak”.

“Sebagian besar dari kita punya pengertian, pertolongan sudah menjadi kewajiban keluarga. Jadi terbentuklah sikap orang yang berhak dibantu keluarganya, sehingga mereka jarang sekali mengucapkan terima kasih,” kata sosiolog Christine Carter.

Bernice Ledbetter, Practitioner Faculty of Organizational Theory and Management, di Pepperdine Graziadio School of Business and Management, Los Angeles, Amerika Serikat mengatakan, memberi ucapan terima kasih dan menghargai orang lain bisa membuka pandangan seseorang menjadi lebih luas.

“Kebiasaan berterima kasih dan menghargai orang lain bikin kita mampu mengintropeksi diri mengenai segala hal di masa lalu. Anda mungkin tidak menyadari, hal ini juga meningkatkan rasa percaya diri,” tutur Ledbetter seperti dilansir Huffington Post. [GP]

SHARE