Cara Pandang Berbeda, Sulitkah untuk Bersama? - Male Indonesia
Cara Pandang Berbeda, Sulitkah untuk Bersama?
MALE ID | Relationships

Yang namanya hubungan antara dua insan tidak akan selalu berjalan lancar, apalagi jika masing-masing pihak punya cara pandang berbeda. Pertanyaannya, apakah hal itu menjadi masalah serius bagi hubungan Anda dan si dia?

kencan panas male indonesiaPexels.com

Seringkali orang memandang bahwa pasangan hanyalah pelengkap kekurangan. Sementara sebagian lainnya melihat dari cara pandang berbeda. Bukan pelengkap, melainkan saling mengingatkan dan memperbaiki.

Menurut buku Happy Together: Using the Science of Positive Psychology to Build Love That Lasts, terdapat beberapa cara yang bisa memastikan hubungan Anda dan pasangan tetap harmonis. Inilah dia.

Memenuhi atau Mendukung Satu Sama Lain?
Banyak orang menjalani hubungan berdasarkan pengalaman hidup sebelumnya, dan tak sedikit pula mengikuti saran dari orang lain yang telah melakukannya lebih dulu. Inilah contoh nyata bahwa tiap orang memiliki cara pandang berbeda.

Lantas, apakah berhubungan hanya sekadar memenuhi kekurangan pasangan Anda? Salah besar. Menurut buku tersebut, pasangan harmonis itu mendukung satu sama lain, baik kekurangan dan kelebihan. Bukan tugas Anda memenuhi kekurangan si dia.

Harmonis atau Obsesif?
Kenali dulu apakah hubungan Anda dan pasangan benar-benar harmonis atau hanya terobsesi belaka. Seperti ketika pria berjuang keras mendapatkan wanita pujaan tanpa memedulikan apapun yang terjadi, bahkan dirinya pribadi.

Padahal tidak usah begitu juga MALEnials. Kalau hubungan mau dibilang harmonis, Anda dan pasangan harus saling berusaha memberikan kasih sayang. Jangan malah berat di satu sisi.

Banyak Kesamaan atau Banyak Perbedaaan?
Memang benar, mencari pasangan otomatis bakal lebih mudah jika memiliki kesamaan. Entah itu hobi, musik, kebiasaan, serta hal-hal lain. Seolah-olah terdengar sempurna kan?

Not really. Pasangan yang punya cara pandang berbeda terhadap sesuatu juga tidak kalah serunya. Sebab, Anda bisa menyelami dua dunia yang sama sekali bertolak belakang sekaligus menambah pengetahuan. Dengan catatan, bukan cuma Anda yang ingin tahu dunianya. Bila demikian kenyataannya, ya sama saja bohong.

Memahami atau Menghargai?
Memahami dan menghargai sudah jelas beda maknanya. Katakanlah Anda memahami betapa besar keinginan pasangan untuk resign dan pindah ke kantor baru. Namun belum tentu Anda ikhlas atas keputusannya. Nah, kalau menghargai, sudah pasti Anda paham mengapa ia ingin mengundurkan diri dari kantor itu.

Rintangan senantiasa ditemui dalam hubungan. Dua kepala, dengan isi berbeda-beda coba melebur menjadi satu, itu saja rasanya cukup menjelaskan betapa rumitnya hubungan romansa. [GP]

SHARE