Eksistensi Sony di Jagat Teknologi Dilanda Masalah - Male Indonesia
Eksistensi Sony di Jagat Teknologi Dilanda Masalah
MALE ID | Digital Life

Nasib pabrikan Sony di jagat teknologi kian memburuk, terutama pada penjualan smartphone. Sehingga mereka dikabarkan akan berhenti memproduksi ponsel pintar.

pabrikan sony - male Indonesiapixabay.com

Indikasi itu tampak dari rencana bisnis pabrikan Sony dalam tiga tahun ke depan yang dibuat oleh CEO baru Sony, Kenichiro Yoshida.

Sebelumnya, ia menggantikan posisi Kazuo Hirai yang mengundurkan diri 1 Februari 2018 lalu. Kenichiro menegaskan bahwa pabrikan Sony akan mulai fokus pada layanan dan bisnis yang menghasilkan profit.

Dalam sebuah presentasinya, Kenichiro tidak menyebutkan lini ponsel pintar sebagai salah satu bisnis yang akan difokuskan. Bukan cuma itu, lini bisnis elektronik lain seperti PlayStation juga ‘tersingkir’.

Dilansir dari Bloomberg, beberapa pihak memperkirakan bahwa Sony akan lebih fokus pada pembuatan sensor untuk kamera digital dan kamera ponsel. Sebab, bisnis inilah yang memberi keuntungan cukup banyak bagi perusahaan. Sehingga Kenichiro memutuskan mendongkrak pembuatannya.

Meski demikian, berdasarkan presentasi bisnis tersebut masih sulit disimpulkan, apakah Sony memang sungguh-sungguh memutuskan pensiun memproduksi smartphone atau hanya sekadar ‘hiatus’ selama tiga tahun ke depan.

Terus merosot

Bila melihat laporan penjualan, rasanya sangat masuk akal Sony ingin menyudahi sepak terjangnya di bisnis smartphone. Jumlah penjualan yang terus merosot secara signifikan disinyalir merupakan penyebab utama.

Sampai pertengahan tahun 2018, tercatat Sony baru menjual sekitar 10 juta unit ponsel secara global. Angka ini turun drastis dari 22,5 juta unit di tahun 2017 lalu di periode yang sama.

Penurunan lebih dari 50% menjadi pekerjaan besar yang harus dibenahi oleh Kenichiro. Apalagi selama ini mereka hanya mampu mendulang pendapatan cukup besar dari pasar Asia. Di luar itu, mereka bahkan tertatih-tatih dan dihajar habis oleh pabrikan smartphone lain.

Kondisi tersebut sudah semestinya membuat Sony melihat realita di pasar. Mereka pun menyatakan bakal segera mempensiunkan konsol andalan mereka, PlayStation 4 lantaran tidak memenuhi ekspektasi penjualan.

Rencana Sony mengenai penghentian produksi PlayStation 4 dianggap lumrah oleh sebagian besar pihak. Soalnya, perilaku pasar kini cenderung berubah dari game konsol ke game online. [GP]

SHARE