Tren Gaya Hidup yang Lahir dari Genre Musik - Male Indonesia
Tren Gaya Hidup yang Lahir dari Genre Musik
MALE ID | Looks

Tren gaya hidup memang bisa lahir dari mana saja, salah satunya berkat pengaruh genre musik itu sendiri. Maka tidak bisa dipungkiri, kebanyakan pecinta genre musik terntu kemungkinan besar akan saling bertemu, hangout bareng untuk saling tukar ideologi dan kemudian menciptakan sebuah gaya hidup dan budaya baru.

Kemudian, baik buruknya pengaruh suatau musik terhadap budaya, itu tergantung dari setiap individunya. Lalu tren gaya hidup seperti apa yang lahir dari genre musik itu?

1. Emo

[caption id="attachment_4356" align="aligncenter" width="800"]tren gaya hidup pixabay.com[/caption]

Generasi Melenial tentu mengenal gaya hidup ini. Ya, emo awalnya mulai populer pada awal tahun 2000an, namun sebenarnya budaya ini sudah ada sejak tahun ’80an silam. Seperti diketahui, Gaya hidup emo terlahir dari genre musik yang mirip dengan punk, namun sedikit lebih keras, yakni hardcore, metalcore atau streamo.

Lalu, lahirnya gaya hidup emo digagas oleh band Jimmy Eat World, My Chemical Romance, Dashboard Confesiional, hingga Paramore.

Gaya emo ini biasanya memakai celana pensil super ketat, kaos ketat yang lengannya pendek, dan yang paling menonjol adalah rambut poni panjang belah samping yang sampai menutup mata. Meski dicap negatif, tren gaya hidup emo masih booming hingga sekarang.

2. Gangsta

[caption id="attachment_4353" align="aligncenter" width="800"]tren gaya hidup Elvir-Omerbegovic/wikimedia[/caption]

Gangsta terlahir berkat genre hip hop, biasanya didominasi oleh para warga berkulit hitam yang berada di jalanan layaknya preman dan berkumpul dalam jumlah banyak. Trend gaya hidup gangsta ini lebih banyak ditemukan di Amerika.

Budaya ini dimulai pada sekitar tahun ’80an oleh artis-artis seperti Schoolly D dan Ice-T, Snoop Dogg, atau N.W.A. Untuk stylenya sendiri, mereka biasanya mengenakan celana baggy, kalung emas, dan perhiasan-perhiasan bling-bling, hingga hoodie.

3. Hipster

[caption id="attachment_4357" align="aligncenter" width="800"]tren gaya hidup pexels.com[/caption]

Tren gaya hidup ini lahir setelah jaman Emo, di mana, gaya hidup Hipster ini sedang menguasai budaya musik dunia. Uniknya, berbeda dari gaya hidup yang lahir dari genre musik lainnya, mereka yang ‘dianggap’ hipster tidak ingin diklasifikasikan sebagai golongan tersebut.

Alasannya, sebagian besar orang menggunakan kata-kata ‘hipster’ itu sendiri sebagai sebuah sindiran atau ejekan untuk mereka-mereka yang berdandan ‘terlalu’ trendy. Selain itu, mereka yang mengikuti tren Hipster ini adalah orang-orang yang selalu mendengarkan musik-musik indie, band-band aneh yang namanya tak terkenal.

Untuk style, beberapa orang ‘tiba-tiba’ suka menumbuhkan kumisnya. Tapi ada satu hal pasti yang menandakannya, yakni mereka mengenakan pakaian kemeja flannel dan juga topi trucker.

4. Punk

[caption id="attachment_4354" align="aligncenter" width="600"]tren gaya hidup pixabay.com[/caption]

Punk adalah salah satu budaya ciptaan musik yang paling terkenal di dunia, dan tentu Anda kerap melihat pada pemuda dan anak-anak yang beragaya seperti ini. Bahkan, mereka dengan bangga menyebut dirinya dengan nama ‘Punk’ atau 'anak punk'.

Budaya ini awalnya populer di Amerika dan Inggris pada pertengahan tahun ’70an. Yang mempengaruhi budaya ini jelas saja musik punk atau punk rock yang saat itu memang tengah booming di sana.

Style dari seseorang yang menganggap dirinya ‘anak punk’ antara lain tato di tubuh, rambut mowawk lancip, tindik-tindik pada beberapa bagian wajah, dan kaos serba hitam.** (SS)
SHARE