Sada Abe, Wanita Penghibur Jepang Pengidap Nekrofilia | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Sada Abe, Wanita Penghibur Jepang Pengidap Nekrofilia
Gading Perkasa | Story

Profesi sebagai wanita penghibur sudah ada sejak lama. Bahkan profesi tersebut dianggap sebagai jalan pintas untuk mendapat uang di kala kesulitan ekonomi melanda. Faktor kemiskinan merupakan alasan utama kaum wanita untuk membanting tulang sekaligus bertahan hidup. Hal tersebut menuai anggapan negatif di mata masyarakat awam. Di mata masyarakat, mengobral aurat sama halnya menjual diri dan tidak memiliki kehormatan.

sada abe
wikimedia

Meski bergulat di dunia prostitusi dan mendapat banyak cibiran, pada kenyataanya namanya telah dicatat oleh sejarah. Bagaimana tidak, pesona kecantikan yang dimiliki dipadukan dengan kecerdasan serta bakat seni membuat seorang wanita penghibur berhasil menaklukkan para pria. Bahkan banyak diantaranya merupakan tokoh-tokoh penting dalam sebuah negara.

Selama berabad-abad, cukup banyak sederetan nama wanita penghibur yang paling dikenal pada masanya. Salah satunya adalah sosok Sada Abe, Geisha kelas bawah yang beralih menjadi pembunuh dan mengidap nekrofilia.

Baca Juga : Tentara Wanita Cantik nan Mematikan Milik Israel

Sada Abe adalah anak ketujuh dari delapan bersaudara yang terlahir di keluarga pasangan Shigeyoshi dan Katsu Abe, kalangan kelas ekonomi menengah pembuat tatami di kawasan Kanda, Tokyo pada tahun 1905. Ketika ia menginjak usia 15 tahun, ia diperkosa oleh seseorang. Semenjak itu sikapnya berubah drastis. Hingga akhirnya dua tahun kemudian ia dijual oleh sang ayah ke sebuah rumah Geisha.

sada abe
wikimedia

Selama lima tahun menjadi geisha, ia hanya melakukan pertunjukan erotis biasa. Hingga akhirnya ia memutuskan beralih profesi menjadi pekerja seks komersial dengan upah yang lebih besar.

Saat berprofesi sebagai PSK inilah ia bertemu dengan Kichizo Ishida, lelaki idamannya. Namun Kichizo telah beristri, dan ia menyadari seberapa besar rasa cinta yang ia miliki pada Kichizo akan berakhir sia-sia. Pada 18 Mei 1936, ia membunuh Kichizo yang sedang tidur dengan seutas pita hingga mati. Tubuh Kichizo ia mutilasi dan alat kelaminnya disimpan dalam tas Sada.

Saat ditangkap polisi, ia mengaku melakukan aksi nekrofilia, menggunakan organ kelamin Kichizo yang semakin membusuk. Ia menambahkan, bahwa organ kelamin milik Kichizo itu adalah satu-satunya hal yang mampu mengingatkan dirinya mengenai sosok yang ia cintai selama ini.

Sada Abe dijatuhi hukuman penjara selama enam tahun dan diberikan grasi. Ia meninggal pada sekitar tahun 1971. Perjalanan hidup wanita penghibur ini menjadi sebuah sensasi nasional di Jepang, dan hingga kini diinterpretasikan oleh para artis, filsuf, novelis juga pembuat film.**GP

SHARE