Di Situasi Tertentu, Gemuk Bisa Selamatkan Hidup - Male Indonesia
Di Situasi Tertentu, Gemuk Bisa Selamatkan Hidup
Sopan Sopian | Sex & Health

Mungkin kedengarannya aneh tetapi memiliki kelebihan lemak tubuh atau gemuk terenyata dapat membantu mengurangi kemungkinan Anda tertular penyakit menular di rumah sakit. Memang tidak disangkal, awalnya banyak perdebatan terkait apakah obesitas bisa menjadi hal yang baik.

gemuk - male IndonesiaImage by rawpixel.com

Namun sejumlah studi baru-baru ini memberikan bukti untuk mendukung pandangan bahwa ada manfaat medis bagi mereka yang memiliki 'terlalu banyak' berat badan atau gemuk. Penelitian yang dipimpin Rumah Sakit Universitas Aarhus Departemen Epidemiologi Klinis di Denmark telah menjawab itu.

Para peneliti menyimpulkan bahwa pasien obesitas yang dirawat di rumah sakit untuk penyakit menular, 50 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal daripada mereka yang berat badannya normal. Sebaliknya, menjadi kurus lebih dari dua kali lipat risiko meninggal dalam waktu hanya beberapa bulan setelah dipulangkan.

Penelitian itu disajikan dalam European Congress on Obesity 2018 di Wina, Austria. Tim peneliti menjelaskan bagaimana mereka menganalisis rekam medis lebih dari 18.000 pasien rawat inap di rumah sakit di Denmark antara tahun 2011 dan 2015. "Kegemukan dan obesitas dikaitkan dengan penurunan mortalitas 90 hari setelah masuk rumah sakit karena infeksi," kata para peneliti di laman Sciencealert.

15 tahun yang lalu, para peneliti dari UCLA School of Medicine menerbitkan laporan yang menyatakan bahwa obesitas dapat membantu melindungi pasien dengan penyakit ginjal kronis karena menderita komplikasi tertentu. 

Tidak ada mekanisme sederhana yang menjelaskannya, dan bahkan ketika penelitian lain mulai menunjukkan hasil yang sama dengan kondisi kesehatan lainnya , pertanyaannya tetap apakah itu adalah refleksi yang akurat dari manfaat obesitas atau artefak statistik.?

Salah satu kemungkinan adalah dampak kenaikan berat badan yang menggerakkan sistem kekebalan menjadi keadaan siap pakai. Lain halnya jika kegemukan menawarkan semacam cadangan energi. Paradoks obesitas 'sehat' ini terus menjadi titik pertentangan dalam bidang medis.

Meskipun ada banyak alasan untuk mempertanyakan penelitian, namun penelitian pendukung tersebut tampaknya menumpuk. Studi kedua yang dipresentasikan di Kongres Eropa tentang Obesitas menemukan pasien obesitas hingga 30 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal akibat infeksi paru-paru. 

Menganalisis lebih dari 1,7 juta kasus pneumonia di lebih dari 1000 rumah sakit AS, para peneliti menemukan "peningkatan indeks massa tubuh secara signifikan terkait dengan peningkatan kelangsungan hidup." 

Selain itu, ada satu lagi penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tersebut membandingkan cara tubuh BMI (body mass index) yang berbeda-beda di catabolis atau rusak ketika jaringan tubuh di bawah tekanan fisik. "Pasien sakit kritis dengan obesitas tampaknya memiliki kualitas otot yang lebih tinggi," kata para peneliti dari Erasmus MC University Medical Center, Rotterdam. "Ini mungkin pelindung metabolik yang juga digambarkan sebagai 'paradoks obesitas', " tambahnya.

Jika perisai pelindung metabolis itu memang asli, tidak ada yang menyarankan orang harus memiliki tubuh gemuk untuk membangun cadangan energi lemak perut yang berguna. Secara statistik, semua lebih baik melakukan apa yang bisa dilakukan untuk membatasi penambahan berat badan. ** (SS)

SHARE