Jangan Remehkan Sariawan, Efek Buruknya Menakutkan | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Jangan Remehkan Sariawan, Efek Buruknya Menakutkan
Sopan Sopian | Sex & Health

Saat mengalami sariawan, seseroang biasanya kerap menyepelekan penyakit ini. Meski ringan, sariawan memiliki dampak buruk yang mengerikan, apalagi terjadi begitu lama. Untuk itu, Anda jangan lagi menyepelakan peradangan pada daerah lunak mulut ini.

sariawan-male IndonesiaPhoto by Alex Alexander on Unsplash

Sariawan sering disebut juga dengan aphthous ulcer, aphthous stomatitis, canker sores, atau mouth ulcer. Janis penyakit ini tidak menular dan kemunculannya bisa dapat muncul satu atau lebih dari satu. Penyebab sariawan tidak diketahui, namun beberapa ahli menduga gangguan sistem imun, bakteri, atau virus dapat memengaruhi.

Selain itu, sariawan juga tidak hanya pada daerah lunak mulut, tetapi juga bisa terjadi di lidah. Diungkapkan Dr. drg. Yuniardini Septorini, MscDent, Sariawan dapat menyebabkan keganasan meskipun awalnya tidak menimbulkan rasa sakit pada bagian lidah.

“Ada luka di lidah namun tidak terasa sakit dalam ilmu kedokteran disebut lesi atau kelainan pra keganasan, yang biasanya terjadi karena faktor merokok dan minum alkohol,” terang dr. Dini.

Sariawan di lidah penyebab rokok dan minuman alkohol dalam jangka waktu panjang dapat memberikan efek buruk yang berhaya, yakni kanker lidah. Selain merokok dan alkohol, hal lain yang dapat memicu sariawan berujung kanker adalah seringnya mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung karsinogenik, seperti pengawet makanan, penggunaan styrofoam, dan konsumsi ikan asin secara terus menerus. 

Ketika lidah sudah berdampak penyakit mengerikan itu (kanker) ada beberapa hal yang membedakannya. Prof. Dr. dr. I.B.Tjakra Wibawa Manuaba, M.P.H., Sp. B (K) Onk mengatakan bahwa Jika lidah sariawan, luka terasa lunak dan luka tempatnya berpindah-pindah, sedangkan pada kanker, ada pengerasan di sekitar luka, dan lukanya tidak perpindah, artinya tempatnya sama dan tidak kunjung sembuh.

Makin lama luka makin membesar, lama kelamaan ada benjolan di lidah yang mengeras seperti bunga kol. Kanker ini lebih banyak menyerang orang dewasa.

Penanganan Setelah Terjadi Kanker
Permasalahan yang terjadi pada mulut khususnya lidah sebenarnya dapat ditanggulangi sejak awal, asalkan rajin memeriksa kesehatan mulut minimal enam bulan sekali. Namun kenyatannya masih banyak yang pergi ke dokter gigi dan mulut justru saat kondisinya sudah parah dan membutuhkan pengobatan intensif. 

Pada kondisi tersebut langkah yang bisa diambil adalah menghilangkan sel kankernya dari dalam mulut. Cara yang paling ampuh dan banyak dilakukan adalah dipotong atau dibedah. Dr Rusmawati Sp.PM, juga mengatakan bahwa sariawan yang berlanjut ke kanker disarankan untuk diangkat namun tidak semua kanker di rongga mulut bisa dilakukan operasi tergantung dari besarnya rongga mulut, karena penanganan operasi kanker mulut termasuk sulit. 

Alternatif selain operasi biasanya dokter melakukan kemoterapi dan radiasi. Kemoterapi adalah terapi yang menggunakan obat antikanker untuk membunuh sel kanker. Sedangkan radiasi adalah jenis terapi untuk tumor kecil atau untuk pasien yang tidak dioperasi. Terapi radiasi dapat digunakan sebelum operasi untuk membunuh sel kanker dan menyusutkan tumor.

Setelah operasi yang dilanjutkan dengan kemoterapi dan radiasi, pasien dianjurkan untuk mengubah gaya hidup, dan selanjutnya melakukan kontrol secara berkala, karena dokter tidak bisa memastikan apakah semua sel kanker tersebut sudah terangkat atau hilang. ** (SS)

SHARE