Beragam Keindahan Wisata yang Ditawarkan Bengkulu - Male Indonesia
Beragam Keindahan Wisata yang Ditawarkan Bengkulu
MALE ID | Relax

Sempatkah terpikir di benak Anda untuk berlibur ke tanah Bengkulu? Kira-kira ada apa saja ya di sana?

Selama ini, orang-orang sering mengira tanah Bengkulu bukan tempat wisata menarik yang bisa disambangi. Namun rupanya, tempat ini punya banyak sekali objek mengagumkan buat melepas penat. Mulai dari pantai, heritage hingga area perbukitan.

Beberapa waktu lalu, Yudi Satria selaku Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu membeberkan empat destinasi unggulan di tanah Bengkulu. Bila Anda sedang merencanakan liburan panjang, maka tak ada salahnya pergi ke sana. Yuk simak!

Benteng Marlborough

Crisco 1492/wikipedia

Benteng Marlborough memiliki nilai historis. Dulunya merupakan peninggalan Inggris. Termasuk salah satu benteng terkuat di kawasan timur, setelah Benteng St. George di India.

Didirikan oleh East India Company atau EIC pada periode 1714-1719, bangunan benteng masih beroperasi sampai tahun 1950 sebagai markas Kepolisian Republik Indonesia.

Namun, di tahun 1977, benteng ini diserahkan ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan untuk dijadikan cagar budaya.

Hingga kini, Benteng Marlborough masih kerap dikunjungi wisatawan asing asal Inggris yang traveling ke Bengkulu. Mereka juga pergi ke makam Inggris, tak jauh dari lokasi benteng.

Pantai Panjang

Ridho Nur Imansyah/wikipedia

Pantai Panjang berada di Jl. Pariwisata, Pantai Panjang, Lempuing, Ratu Agung, Kota Bengkulu. Sesuai namanya, pantai ini punya garis yang panjang, kurang lebih mencapai tujuh kilometer.

Saking panjangnya, area pantai mencakup tiga provinsi, yakni Kecamatan Ratu Agung, Teluk Segara dan Ratu Samban. Garis pantainya seolah tak pernah putus dan menyuguhkan alam bahari yang masih asri.

Bagi para turis, Pantai Panjang menjadi lokasi wisata favorit saat menginjakkan kaki di tanah Bengkulu. Setiap tahunnya, digelar festival rutin di sana.

Rumah Pengasingan Bung Karno

Bengkulu dan Bung Karno boleh dibilang sangat dekat. Ia bukan cuma bertemu jodohnya, Fatmawati. Lebih dari itu, Bung Karno pernah diasingkan bersama keluarganya di sebuah rumah.

Selama di rumah pengasingan (1938-1942), ia bertemu dan menambatkan hati pada wanita penjahit bendera pusaka sang merah putih tersebut.

Awalnya, rumah ini milik Tjang Tjeng Kwat (pedagang keturunan Tionghoa) yang berada di wilayah sepi. Tahun demi tahun, justru daerah itu menjadi jantung kota saat perekonomian Bengkulu mulai berkembang.

Dan sampai sekarang, rumah pengasingan Bung karno selalu ramai didatangi wisatawan. Tujuannya apa lagi kalau bukan napak tilas aktivitas Presiden pertama Republik Indonesia.

Rumah Fatmawati

Seperti yang dijelaskan di poin sebelumnya, Fatmawati, istri pertama Bung Karno berasal dari Bengkulu. Berbentuk rumah panggung, ala rumah-rumah Melayu yang konon dibangun pada tahun 1920.

Di dalam rumah, terdapat satu ruang tamu dan dua kamar tidur. Serta mesin jahit yang sering dipakai oleh Fatmawati. Sekarang, rumah ini menjadi cagar budaya sekaligus penarik perhatian wisatawan. [GP]

SHARE