Infeksi Menular Seksual Dapat Sebabkan Kebutaan - Male Indonesia
Infeksi Menular Seksual Dapat Sebabkan Kebutaan
MALE ID | Sex & Health

Infeksi Menular Seksual (IMS) membuat pasangan harus saling menjaga kebersihan daerah genitalnya agar selalu bersih dan tidak terinfeksi. Maklum, penyakit yang menular melalui hubungan seksual ini bisa menimbulkan berbagai penyakit di luar penyakit kelamin, termasuk bisa mengakibatkan kebutaan dan penyakit hati.

infeksi menular seksual stocksnap.io

Infeksi Menular Seksual disebabkan lebih dari 30 bakteri, virus dan parasit yang sebagian besar menyebar melalui hubungan seksual. IMS dapat menyebabkan penyakit kronis, AIDS, komplikasi kehamilan, invertilitas, kanker leher rahim (untuk wanita) serta dapat menyebabkan kematian. Di Negara-negara berkembang infeksi dan komplikasi IMS adalah satu dari lima alasan utama tingginya angka kematian.

Ifeksi Menular Seksual didefinisikan sebagai penyakit yang disebabkan karena adanya invasi virus, bakteri, parasit dan kutu kelamin yang sebagian besar menular melalui hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular, baik yang berlainan jenis atau sesama jenis.

Baca Juga : Faktor-faktor Penurun Gairah Seksual Pria

Jenis-jenis penyakit infeksi menular seksual pada pria di antaranya gonore atau kencing nanah, sifilis atau raja singa, herpes genitali, kondiloma akuminata atau kutil genitalis serta penyakit yang sebagian besar termasuk penyakit mematikan yang belum ada obatnya seperti halnya HIV-AIDS.

Gejala dan Tanda
Gejala dan tanda-tanda munculnya Infeksi Menular Seksual pada laki-laki dan perempuan berbeda. Bentuk dan letak alat kelamin laki-laki berada di luar tubuh sehingga gejala IMS lebih mudah dikenali karena bisa dilihat dan dirasakan. Tanda-tanda IMS pada pria antara lain, bintil-bintil berisi cairan, lecet atau borok pada penis, terjadi rasa gatal yang berkepanjangan, kencing nanah atau darah yang berbau busuk serta nyeri pada pangkal paha yang kemudian berubah menjadi borok.

Penularannya, IMS tidak saja terjadi melalui hubungan seksual dengan salah satu pasangan yang sudah tertular virus infeksi tetapi juga bisa melalui darah misalnya, tranfusi darah dengan pendonor yang sudah terinfeksi, bisa juga melalui jarum suntik. Menurut dunia medis, pengobatan yang dilakukan jika seseorang terkena IMS di antaranya:

Pertama, selalu minum obat yang diberikan sesuai dengan aturan yang diberikan dokter, karena setiap IMS obatnya berbeda-beda.

Kedua, selama pengobatan jangan melakukan hubungan seks dulu supaya luka-luka IMS dapat sembuh. Baik dr Endi maupun dr Mira menyarankan agar tidak melakukan hubungan seksual secara sembarangan serta gonta ganti pasangan, hendaknya hubungan seksual dilakukan hanya dengan pasanganya saja.** (SS)

SHARE