Bakteri Berbahaya di Kolam Renang dan Hot Tub | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Bakteri Berbahaya di Kolam Renang dan Hot Tub
Sopan Sopian | Sex & Health

Kolam renang dan hot tubs identik dengan kesenangan dan kesehatan, badan jadi rileks dari penat dan lain sebagainya. Tetapi kedua tempat menyangkan itu juga bisa menjadi tempat berkembang biak bagi kuman berbahaya yang bisa membuat Anda sakit keras. 

kolam renang - male IndonesiaPhoto by Nad Hemnani on Unsplash

Bahkan menurut laman Webmd, di Amerika dilaporkan dapat menyebabkan kematian.Hal itu terkait dengan penelitian dari tahun 2000 hingga 2014 lalu, di mana semua wabah dari kuman ditularkan melalui air, sepertiga terjadi di kolam renang atau kolam air panas di hotel.

"Kita sering meremehkan kolam renang atau bak mandi air panas untuk mempertahankan tingkat klorin. Padahal itu adalah perlu," kata pemimpin studi Michele Hlavsa, kepala Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan Sehat di kolam renang.

Sebagian besar wabah yang dilaporkan disebabkan oleh tiga infeksi serius, Cryptosporidium (dikenal sebagai Crypto), Legionella dan Pseudomonas. Crypto adalah parasit yang cukup kuat untuk bertahan hidup bahkan di kolam yang diklorinasi dengan benar. 

Biasanya kenapa ada larangan menelan air kolam, sering kali ketika sudah terkontaminasi, orang yang menelan air kolam akan mengalami diare. Infeksi dapat menyebabkan diare berat hingga tiga minggu. Untungnya kata Hlavsa, pada 2008 lalu kasus Crypto telah menurun dan mereda, tetapi dihimau untuk tetap waspada dan tidak untuk meminum air kolam.

Pseudomonas dan Legionella (yang dapat menyebabkan penyakit Legionnaires ) adalah bakteri yang dapat menentang disinfektan dan hidup di daerah berlumpur di kolam air panas, kolam renang dan taman air. "Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit, mata atau hidung," jelas Hlavsa.

Legionella dapat menyebabkan pneumonia berat dan gejala mirip flu, sementara Pseudomonas dapat menyebabkan "hot tub rash" dan telinga perenang. Dan yang paling kerap terkena adalah mereka yang perokok atau mantan perokok dan mereka dengan sistem kekebalan yang lemah.

Di lain pihak, Dr. Marc Siegel adalah seorang profesor kedokteran di NYU Langone Medical Center di New York City. Ia  mengatakan bahwa, masyarakat kurang menghargai bagaimana kolam itu memiliki risiko. Artinya kolam renang harus sangat hati-hati ketika dibersihkan dan diklorinasi, filter harus diubah secara teratur dan air harus beredar. ** (SS)

SHARE