Ada 2 Hal yang Belum Ingin Dicoba Rayi RAN - Male Indonesia
Ada 2 Hal yang Belum Ingin Dicoba Rayi RAN
MALE ID | News

Rayi Putra Rahardjo, begitulah nama panjang dari Rayi RAN, yang sukses sebagai penyanyi bersama Asta dan Nino dalam grup musik RAN. Kini, meski masih aktif dalam grup musik yang didirakannya pada 2006 lalu, Rayi sedang menularkan karir musik sebagai solois.

Rayi RAN berkolaborasi dengan Yura Yunita dalam helatan "Joox Live" di Surabaya

Selain dalam bermusik, Rayi RAN juga telah lama berkecimpung dalam dunia perfilman. Ia sempat main dalam film ‘Tak Kemal Maka Tak Sayang’ (2014) dan ‘Youtubers’ (2015). Mencoba bergelut dalam bernyanyi solo, Rayi mengaku terinspirasi dari musisi Childish Gambino.

Kreativitas Rayi RAN tidak hanya dalam bernyanyi dan main film saja, ia juga kerap menyumbangkan karyanya dalam bentuk soundtrack film. Di tahun 2018 sendiri, bersama RAN ia sudah menyelesaikan soundtrack untuk film "Kulari ke Pantai". Kendati tidak asing untuk urusan musik dan film, nyatanya dari dua kegiatan yang sudah sering dilakoni ini masih ada yang belum ingin dicobanya.

Bikin Scoring Film
Untuk dunia musik sendiri, Rayi RAN belum tertarik untuk menggarap sebuah scoring film. Alasannya, kata Rayi, scoring film memiliki kesulitan yang kompleks daripada soundtrack. "Kalau soundtrack kan mungkin enggak beda jauh sama bikin album karena kita kayak bikin beberapa lagu aja tapi setiap part dikasih benang merahnya sama film," tutur Rayi.

Scoring film, tambah Rayi, harus menyediakan semua sound untuk sebuah film yang panjangnya bisa sampai satu setengah jam atau bahkan dua jam. Sehingga, menurut Rayi, scoring memiliki level sendiri di atas membuat soundtrack. Namun, menurutnya itu adalah tantangan baginya.

Oleh karena itu, meski belum siap, ia mengaku ada keinginan untuk melakukannya di masa mendatang. "Agar bisa terwujud kita masih harus banyak belajar dulu, kalau sudah siap, kami mungkin bisa menggarap sebuah scoring film," ucap pria pelontos itu.

Main Film Horor
Bicara film, seperti dikatakan di atas, Rayi RAN sudah sukses bermain dalam dua film. Ia juga mengaku siap bermain dalam film bergenre apapun, kecuali film bergenre horor. Alasannya, film horor menurut Rayi terlalu memacu adrenalin dengan berbagai adegan yang kebanyakan diambil di malam hari. 

Proses itu menjadi salah satu yang membuat Rayi RAN ogah buat terlibat dalam sebuah proyek film horor. Meski tidak ada hantu benarannya, tutur Rayi, membayangkan proses syutingnya saja sudah membuat bulu kuduk merinding, seperti kuburan dan rumah tua. 

Bahkan make up menjadi salah satu alasan lain Rayi enggan berperan dalam film yang bikin penontont tidak bisa tidur itu. “Make up hantu yang dipakai kan banyak darah gitu, saya jijik. Mereka bukan setan asli memang, saya tahu, cuma jijik,” ucap Rayi.

Rayi RAN pun mau berkecimpung dalam film horor tetapi bukan main, tetapi mengisi scoring film-nya. Ia mengaku ingin juga seperti Saykoji yang sudah menggarap scoring film. "Dia (Saykoji) dari bikin lagu aja, soundtrack, main film terus malah kecebur di scoring. Hebat banget sih menurut saya dia, sudah bisa bikin scoring. Cuma buat gue pribadi atau kita RAN,” pungkasnya. ** (SS)

SHARE