Stres Masa Liburan Usai? Anda Mungkin Mengidap Ini - Male Indonesia
Stres Masa Liburan Usai? Anda Mungkin Mengidap Ini
Gading Perkasa | Sex & Health

Siapa sih yang tidak suka menjalani masa liburan? Hanya di waktu inilah, Anda bisa memaksimalkan momen untuk bersantai sekaligus melepas penat dari rutinitas.

masa liburan - Male Indonesiapexels.com

Hanya saja, ada satu yang paling menyebalkan mengenai hal itu. Yakni ketika masa liburan harus berakhir. Buntutnya, Anda pun jadi malas dan uring-uringan. Seandainya bisa memutar waktu, tentu Anda ingin sekali melakukannya.

Usai liburan, Anda mulai membereskan segala macam, merasakan lelah dan belum siap menghadapi rutinitas yang telah menanti. Jika Anda kaget, murung bahkan depresi berlebih, bisa jadi Anda terjangkit sindrom post holiday blues, yaitu kondisi emosional yang dirasakan paska menikmati liburan.

Pada umumnya, sindrom ini disebabkan oleh dua hal. Pertama, Anda benci waktu liburan yang menyenangkan terlalu singkat. Dan kedua, Anda hanya ingin ada di masa liburan ketimbang kembali bekerja.

Post holiday blues agak mirip dengan seasonal affective disorder (SAD), gangguan emosional yang terjadi di waktu-waktu tertentu. Maka wajar banyak orang terlihat murung atau depresi.

Melansir The New Daily, menurut Melissa Weinberg, psikolog dari San Francisco, saat Anda mengalami liburan menyenangkan, sebenarnya itu hanya ilusi yang dibuat oleh otak. Bahkan seburuk apapun pengalaman liburan Anda, otak lebih banyak merekam bagian terbaik.

masa liburan - Male Indonesiapexels.com

Terlepas dari Anda menikmati atau tidak masa liburan, otak Anda akan tetap menerima bahwa liburan sudah Anda lewati. Sebab, otak dirancang untuk merekam berbagai kegiatan yang dilakukan secara konsisten, seperti rutinitas ke kantor. Termasuk saat berlibur, kondisi emosional Anda terbiasa menikmati istirahat.

Jadi, waktu Anda bersiap kembali ke rutinitas, otak akan ‘kaget’ dan menyesuaikan perubahan. Apa yang Anda alami ini merupakan normalisasi paska liburan. Lamanya proses tergantung pada masing-masing individu.

Gejala sindrom post holiday blues sama seperti depresi. Antara lain:

  1. Sakit kepala
  2. Insomnia
  3. Gelisah
  4. Berat badan naik atau turun
  5. Agitasi, aktivitas motorik berlebih akibat ketegangan

Beruntung, sindrom tersebut bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Karena waktunya cenderung sebentar, hanya di seminggu pertama setelah liburan. Namun bagi sebagian orang bisa berlangsung lama hingga membutuhkan konseling dan dukungan dari orang-orang terdekat demi mengatasinya. [GP]

SHARE