Anda Harus Punya ini untuk Sukses dalam Berkarier - Male Indonesia
Anda Harus Punya ini untuk Sukses dalam Berkarier
MALE ID | Works

Tiap orang tentunya ingin meraih kesuksesan berkarier. Namun, sudahkah Anda berhasil mencapainya setelah berusaha cukup lama?

kesuksesan berkarier - male IndonesiaImage by rawpixel.com

Seperti dilansir dari Mindbodygreen, hampir sebagian besar orang menyerah sebelum meraih kesuksesan berkarier. Enggan berusaha lebih jauh lagi karena kehabisan tenaga, atau memang sudah salah langkah dari awal.

Tiga hal yang menjadi penyebab umum seseorang sulit sukses adalah:

  1. Rasa takut. Ini mengakibatkan seseorang gagal menggapai impian. Mental belum siap menerima risiko dalam bekerja dan keberhasilan akan terhambat. Coba tanamkan sejak awal bahwa ketakutan adalah hal lumrah, dan Anda harus sanggup menghadapinya.
  2. Target tidak jelas. Mustahil Anda bisa mencapai kesuksesan apabila target pekerjaan masih tidak jelas. Gali kembali target Anda dan sertakan alasan kuat, mengapa Anda harus melakukannya.
  3. Bermain aman. Memilih jalan yang aman memang terkesan gampang. Sayangnya, hal tersebut tidak akan mewujudkan impian Anda. Walau mengambil jalur aman sah-sah saja, sadarilah bahwa Anda perlu mengembangkan potensi dan kemampuan diri dalam bekerja.

Mohamad Cholid, Head Coach di Next Stage Coaching mencontohkan kisah Nabi Musa dan Nabi Khidr. Suatu ketika, Musa yang dikenal sangat cerdas-- memperlihatkan rasa bangga di depan pengikutnya. Tuhan memberi teguran, dan Musa diminta berguru kepada Nabi Khidr.

Ada tiga ujian yang dihadapi Musa. Pertama, Khidr melubangi perahu yang dinaiki oleh mereka. Lalu Khidr membunuh anak kecil, dan terakhir ia mengajak Musa menegakkan kembali dinding sebuah rumah yang nyaris roboh. Ketiga ujian tersebut diprotes Musa, sementara Khidr menjelaskan bahwa itu semua kehendak Tuhan.

Untuk urusan duniawi, kisah Musa dan Khidr memberikan pelajaran penting dalam kehidupan, berkarier dan mengelola bisnis. “Merasa diri paling pintar bisa menyebabkan celaka. Kecenderungan yang kerap diabaikan oleh orang-orang sukses ini akan merugikan banyak pihak,” ujar Cholid kepada MALE Indonesia.

Seorang CEO salah satu perusahaan di daftar Fortune 100 turut angkat bicara. “Success can lead to arrogance. When we become arrogant, we quit listening. When we quit listening, we stop changing. In today’s rapidly moving world, if we quit changing, we will ultimately fail.”

Agar karier Anda berhasil naik ke tahap berikutnya, usahakan bersikap rendah hati menerima feedback dan feedforward dari para stakeholders --orang penting di sekitar Anda, keluarga, direct reports, peers dan atasan. Di posisi apapun Anda saat ini.

“Tidak perlu banyak excuse. Jangan sampai Anda menjadi ‘a reasonable person’ dan berhenti berkembang karena selalu memberikan alasan ketika diberi peluang menjadi pribadi lebih baik,” kata Cholid.

Pelajaran berikutnya adalah pentingnya keseimbangan antara rasionalitas (hal-hal bersifat teknis) dan keyakinan, ibarat dua lautan yang bertemu dan saling melengkapi. “Dalam membuat business plan --seperti urusan bercinta, keseimbangan kerja otak, kejernihan hati, dan intuisi akan menentukan segalanya,” katanya lagi.

Di samping itu juga business plan harus disertai hasil kerja rasional, melibatkan keyakinan serta nilai-nilai yang diperjuangkan bersama oleh tim dan pemimpinnya. Itu akan menggugah seluruh tim untuk fully engaged.

Tantangan para eksekutif dan pemimpin yaitu menjaga keseimbangan kepentingan jangka panjang dengan langkah efektif berdasarkan realitas yang ada. Termasuk mengelola life purpose organisasi supaya bisa diterjemahkan ke dalam how to run the show.

“Hidup Anda akan lebih bermakna dan meraih kesuksesan, apabila telah menelaah kembali cara hidup Anda. ‘The unexamined life is not worth living’,” ujar Cholid mengutip kalimat Socrates, filsuf yang dianggap mewarnai peradaban Barat. [GP]

SHARE