Pria Mapan, Pesonanya Tak Sekadar Materi | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Pria Mapan, Pesonanya Tak Sekadar Materi
Sofan | Women Chat

Mapan merupakan jawaban yang umum dari wanita, jika ditanya mengenai kategori pria yang diinginkannya. Apalagi jika pertanyaannya untuk sebuah hubungan yang serius.

Namun, untuk kemapanan dari pria. Apakah harus identik dengan segi finansialnya atau ada hal lain yang juga jadi pertimbangan dan masuk dalam kategori mapan?

Dina Amalia Hutauruk, MC

male Indonesia

Pria mapan jelas secara finansial mendukung. Dia punya pekerjaan yang jelas, minimal sudah punya penghasilan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari maupun saat menjalani hubungan serius.

Dan pada dasarnya kata mapan, bukan berarti harus selalu berkaitan dengan uang yah. Paling penting dia punya kerja dan berambisi untuk maju. Mapan dari sisi intelektual, karakter, dan akhlak juga penting. Jadi mapan itu tidak selalu berkaitan dengan uang saja, termasuk dilihat dari gaya hidup pasangannnya juga. Kaya kalau pelit males juga kan. Berkecukupan dan bisa membahagiakan pasangan bukan hanya finansial. Tapi juga kesetiaan dan dukungan penuh diantara keduanya.

Walau tidak bisa dipungkiri, bahwa terkadang kemapananan pria menjadi syarat mutlak, tapi tidak selalu harus ada sejak awal, jika hubungan memang didasari dari cinta dan punya tujuan baik kedepannya, membangun kemapanan bersama, justu menjadi lebih indah.

Anna Yap, Detektif Asmara-Detektif Swasta

male Indonesia

Mapan menurut saya itu tidak selalu materi, lebih kepada karakternya. Kedewasaan seorang pria itu sangat penting. Menurut saya juga, mapan itu bukan soal mereka yang punya mobil, rumah, dan sebagainya, itu tidak. Materi itu tidak bisa didefinisikan sebagai mapan untuk kebahagiaan sebuah hubungan.

Ngomongin kesuksesan, ngomongin materi itu faktor keberuntungan juga. Kita sudah bekerja sangat kuat, tetapi tidak ada faktor keberuntungan juga tidak bisa. Bagi remaja kemapanan kearah materi masih mungkin.

Tetapi, bagi mereka yang sudah memiliki usia matang tidak, banyak hal-hal yang lebih penting daripada sekadar materi. Orang yang tidak mapan secara finansial pun masih bisa happy. Jadi kemapanan menurut saya itu, personaliti, kedewasaan, karakter, semua itu masuk.

Bicara mapan menjadi syarat mutlak, sebenarnya menurut saya asalkan pria mau bertanggung jawab dalam arti dia masih mau bekerja minimal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, itu sudah cukup. Karena di zaman seperti sekarang ini, materi tidak hanya melulu dari pria. Wanita sekarang juga bisa.

Jadi tidak seperti orang dahulu yang mana pria harus punya ini dan itu. Baru bisa berhubungan dengan wanita. Balik lagi, yang paling penting adalah tanggung jawab. Saya setuju ketika kemapanan itu dibangun ketika hubungan itu juga dibangun. Asalkan saling suport, saya pribadi tidak setuju kalau orang bilang kemapanan itu berarti materi. Hidup orang ada jatuh dan naiknya, kita tidak tahu ya.

Kanshafara Ayuki Salna, EO

male indonesia

Menurut Aku, pria mapan itu mandiri. Ia mampu memenuhi semua kebutuhannya dari hasil usahanya sendiri. Bukan mengandalkan orang lain. Dapat mengerjakan tugas-tugas di rumah seperti mengepel, mencuci dan menyapu.

Pria mapan juga harus tahu pasti apa keinginan dan tujuan hidupnya tanpa merepotkan orang lain. Termasuk memikirkan hal apa aja yang perlu dilakukan untuk mencapainya. Satu lagi, ia wajib mengatur keuangan. Jika ia memiliki investasi, artinya ia sangat mementingkan masa depan.

Tentu saja pria mapan harus kaya dulu. Karena secara logis, dengar kata mapan langsung menuju ke materi. Pandangan Aku sendiri sih, mapan dengan catatan bukan dari harta orang tua, tapi karena ia punya kemampuan, pekerja keras, mandiri dan bisa diandalkan menjadi pemimpin keluarga.

Pastinya, semua wanita akan mencari pria mapan. Seperti kriteria yang Aku sebutin di atas. Ukuran kaya-nya relatif lah. Dan menurut Aku, mapan bisa dicapai selama ia menjalani hubungan sama Aku. Karena kalau ada prosesnya itu lebih terasa sensasinya, juga cerita tentang masa depan Aku dan dia.(DD/SS/GP)

 

SHARE