Wow! Ini yang Terjadi Saat Anda Memakan Kurma - Male Indonesia
Wow! Ini yang Terjadi Saat Anda Memakan Kurma
Sopan Sopian | Sex & Health

Buah kurma berasal dari tanaman palma (Arecaceae) dalam genus Phoenix yang disebut Phoenix dactylifera (kurma). Kurma telah menjadi makanan pokok di Timur Tengah selama ribuan tahun lamanya. Pohon Kurma diyakini berasal dari sekitar Teluk Persia dan telah dibudidayakan sejak zaman kuno dari Mesopotamia ke prasejarah Mesir.

male indonesia makan buah kurma
pixabay.com

Orang Arab menyebarluaskan kurma di sekitar Selatan dan Barat Daya Asia, bagian utara Afrika, Spanyol dan Italia. Kurma diperkenalkan di Mexico dan California, disekitar Mission San Ignacio, oleh bangsa Spanyol pada tahun 1765.

Kurma merupakan tanaman tradisional yang penting di Turki, Iraq, Arab, Afrika Utara sampai ke Maroko  untuk berbuka puasa pada saat bulan Ramadan, begitu juga di Indonesia. Hal tersebut karena  kurma memiliki  manfaat kandungan seperti vitamin, zat besi dan juga kalsium. Kandungan itu sangat penting dalam menjaga tubuh saat berpuasa. Lalu khasiatnya seperti apa?

Menyehatkan Sistem Pencernaan
Saat puasa, jadwal makan sehari-hari dan asupan serat akan berubah sehingga dapat mengganggu kesehatan pencernaan. Apalagi kebiasaan makan berlebih dan tidak sehat semakin membuat pencernaan terganggu. Tetapi dengan rajin mengonsumsi buah kurma saat berbuka dan sahur, maka tubuh akan mendapatkan asupan serat yang cukup. 

Serat yang terkandung dalam kurma pun mampu membersihakn usus dari beragam racun serta zat berbaya lain. Kurma juga dipercaya menstimulasi perkembangan bakteri baik dan mencegah sembelit. Penyerapan nutrisi pun semakin optimal berkat asam amino yang terkandung di dalamnya.

Meningkatkan Energi
Berpuasa terkadang menurunkan energi saat beraktivitas. Ini karena beberapa rutinitas kegiatan yang dilakukan. Tapi, mengkonsumsi kurma membuat terlihat lebih energi. Kandungan glukosa yang sangat tinggi dalam buah kurma merupakan sumber energi yang dapat membantu tubuh menjadi segar dalam menjalani aktivitas sehari-hari saat berpuasa. 

Namun, bagi yang memiliki riwayat diabetes sebaiknya jangan terlalu banyak mengonsumsi buah kurma. Sebab, kandungan glukosa dalam buah kurma sangat tidak baik bagi penderita diabetes.

Menormalkan Keasaman Darah
Kadar keasaman darah seringkali meningkat saat tubuh membakar cadangan lemak sebagai sumber energi utama saat berpuasa. Di fase ini, mulut akan mengeluarkan bau tidak sedap dan tubuh merasa kelelahan. Kondisi ini normal dialami dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, konsumsi daging dan karbohidrat berlebih yang sering terjadi saat berbuka puasa dapat semakin meningkatkan keasaman darah. 

Dalam jangka panjang, kelebihan asam ini dapat menyebabkan penyakit herediter seperti diabetes, encok, infeksi saluran kencing, tekanan darah tinggi, dan hemoroid. Konsumsi beberapa butir kurma saat berbuka dapat membantu mengatasinya karena kurma mengandung garam alkalin yang dapat menormalkan keasaman darah.

Mudah Dicerna
Perut akan kosong selama beberapa jam saat berpuasa dan metabolisme pun akan menjadi lebih lambat. Setelah berbuka puasa, pencernaan akan tetap membutuhkan waktu beradaptasi untuk menerima kembali makanan. Maka dari itu, dengan mengonsumsi kurma saat berbuka puasa, maka akan mencegah sistem pencernaan menjadi kaget. Sehigga perut tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mencernanya.

Mencegah Makan Berlebih
Kurma kaya akan serat pangan yang dapat membuat perut merasa cepat kenyang. Karbohidratnya juga tinggi karena kandungan gula alaminya, yakni glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Gula dalam kurma termasuk karbohidrat kompleks yang dicerna tubuh secara bertahap sehingga dapat mengendalikan nafsu makan dan mencegah Anda untuk “balas dendam” atau makan berlebihan setelah seharian berpuasa. ** (SS)
 

SHARE