Tutorial YouTube Membawa Alan Walker ke Dunia EDM | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Tutorial YouTube Membawa Alan Walker ke Dunia EDM
Sopan Sopian | News

Dalam dunia musik dance, nama Alan Walker tidak bisa dipandang sebelah mata, meski terbilang muda, ia selalu berhasil menghipnotis partygoers dengan musik-musik racikannya. Khususnya di Indonesia.

Sebut saja dua penampilan terakhirnya, pertama pada perhelatan Invasion Jakarta 2017 yang diselenggarakan September 2017 di JIExpo, Kemayoran Jakarta, dan terakhir pada perheletan musik dance SHVR Ground Festival 2018 di Ancol, Jakarta Utara.

Kendati selalu memanaskan lantai dansa, DJ asal Norwegia ini ternyata tidak memiliki background musik. Justru DJ yang bernama lengkap Alan Olav Walker ini adalah lebih tertarik pada bidang komputer khususnya pemograman dan desain grafis.

Semua Bisa Menjadi "Walker"
Walker awalnya dikenal sebagai "DJ Walkzz". Karena ia telah menjadi bagian dari banyak kelompok produsen yang berbeda, ia kemudian menjadi "Walkzz" saja. Dia akhirnya menggunakan nama aslinya, Alan Walker, sebagai nama artisnya. 

Logo yang dikenali terdiri dari huruf terjalin "A" dan "W", inisial namanya, dirancang oleh Walker sendiri pada tahun 2013. Dia juga menggunakan hoodie dan masker wajah yang menyerupai konsep blok hitam di panggung untuk menciptakan kekhasannya.

Walker mengaku bahwa ciri khas yang dia ciptakan memang sederhana, hal tersebut untuk menciptakan siapapun ketika mengenakannya segera menjadi "Walker". "Jadi siapapun yang mengenakan tanda itu semua bisa menjadi Walker, Anda bisa menjadi walker, Kita semua sama," ucap Walker dalam sebuah wawancara bersama KKBox.

Di sisi lain, Alan Walker juga menjadi salah satu DJ yang misterius karena ia kerap mengenakan topeng saat performance di atas table DJ-nya. Walker mengaku kepada NRK bahwa, dirinya sengaja mengenakan gaya itu untuk menjaga citra publik. 

"Saya pikir itu sangat keren, membuat orang bertanya pada diri sendiri tentang siapa sebenarnya orang di balik Alan Walker," tuturnya. "Pada dasarnya, semua orang di dunia, fokus pada anonimitas. Siapa pun dapat bergabung dengan Alan Walker, dan topeng menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi siapa saja, begitu menjadi Walker," lanjutnya.

Selain itu, pada November 2016, Walker kembali memberitahu alasannya mengenakan topeng. Menurutnya, konsep dengan topeng tidak hanya keren. Namun, terinspirasi oleh grup peretas "Anonymous" dan serial televisi Mr. Robot.

"Banyak orang bertanya kepada saya mengapa saya mengenakan topeng. Topeng itu lebih merupakan tanda dan simbol persatuan dan menjadi serupa satu sama lain, daripada saya berbeda," kata Walker 

Berawal dari Tutorial YouTube
Dalam sebuah Wawancara, Alan Walker sebelum terjun ke dunia musik dia adalah seorang gamers. Hal itu juga yang menjadi alasan lain ia mengenakan topeng. "Saya memiliki latar belakang sebagai gamer sebelum saya mulai dengan musik dan sampai sekarang. Dengan mengenakan topeng, saya bisa langsung dilihat sebagai seorang gamer," ucap Walker.

Ada hal menarik di tengah-tengah seorang Alan Walker sebagai gamer yang kemudian bermusik. Alan Walker memang tidak memiliki background musik baik dari dalam dirinya maupun keluarganya. Walker lahir di era digital, dimana semua alat tentu berhubungan dengan komputer. Dan walker memiliki minat di sana. Seiring remaja, ia mulai tertarik dengan komputer. Di titik ini dia belum menemukan passion musiknya.

Saat menekuni dunia komputer, ia kemudian menujukkan minatnya pada dunia programing dan desain grafis. Barulah di sini, Alan menemukan titik terang dalam dunia musik. Dia mulai belajar tutorial musik dari YouTube berdasarkan produksi musiknya sendiri.

"Faded" Langkah Awal Alan Walker
Alan Walker melangkahkan ke karirnya seperti sekarang ini melalui inspirasi produser EDM K-391 dan Ahrix, termasuk komposer film seperti Hans Zimmer dan Steve Jablonsky. Pada awal karirnya juga, Walker memulai musik di laptopnya sendiri dengan FL Studio. 

Kemudian, dia melangkah dengan memposting musiknya di YouTube dan Sound Cloud. Pada 17 Agustus 2014, ia memposting "Faded" atas inspirasi EDM K-391 dan Ahrix, termasuk komposer film seperti Hans Zimmer dan Steve Jablonsky itu. Kala itu, lagu ini diputar lebih dari 300 juta di YouTube, 70 juta pemutaran di Spotify, dan 20 juta streaming di SoundCloud. Lagu "Faded" mendapat perhatian setelah dirilis ulang melalui label rekaman NoCopyrightSounds. 

Setelah itu, Walker menandatangani kontrak dengan MER Musikk di bawah Sony Music Sweden dan single "Faded" dibuat versi vokal yang remaster. Album ini dirilis pada 8 Desember 2015 dengan menampilkan penyanyi pop Naustdal yang tidak dikenal, Iselin Solheim . 

Single ini menduduki puncak grafik akhir tahun 2015 di Austria, Jerman, Swiss dan Swedia, iTunes chart di 32 negara, serta masuk 10 besar di Spotify Global Chart. begitupun pada layanan video musik di YouTube dan Spotify.

"Faded" juga membawa Alan Walker mendapatkan sertifikasi platinum di lebih dari 10 negara yang berbeda. Setelah "Faded" menjadi hit, Walker berhenti sekolah menengahnya pada bulan Januari 2016. Pada tanggal 27 Februari, Walker membuat debut penampilannya di Winter X Games di Oslo. Di mana ia memainkan 15 lagu termasuk lagu "Faded" bersama dengan Iselin Solheim.

Kemudian, 3 Juni 2016 ia merilis "Sing Me to Sleep" dan kembali berkolaborasi dengan Iselin Solheim. Lagu ini juga kembali hit di tiga saluran pemutar vidio dan musik, seperti YouTube, iTunes, dan Spotify. 

Pada akhir tahun 2016, tepatnya 2 Desember, Alan Walker merilis "Alone" yang berkolaborasi dengan penyanyi Swedia Noonie Bao. Lagu ini digambarkan sebagai "bagian akhir dari trilogi yang terdiri dari 'Faded', 'Sing Me To Sleep' dan 'Alone'. 

Tidak membutuhkan waktu lama bagi Alan Walker untuk kembali berkarya, pada 23 Desember, Walker merilis video untuk single "Rutin". Trek dibuat bekerja sama dengan David Whistle. Empat bulan kemudian, April 2017, Walker merilis lagu "Ignite", yang menampilkan produser musik Norwegia dan penulis lagu K-391. 

Kemudian, Pada 19 Mei, Walker merilis lagu pertamanya dengan vokalis pria, Irlandia Gavin James, berjudul "Tired". Pada 15 September 2017,  Alan Walker merilis "The Spectre", single tersebut merupakan ubahan dari single "Specter"-nya pada tahun 2015. 

Pada tahun 2017 nampaknya Alan Walker benar-benar produktif. Pada 27 Oktober, Walker merilis lagu "All Falls Down" yang menampilkan penyanyi Amerika Noah Cyrus dan DJ Inggris serta produser rekaman Digital, Farm Animals. Kini, di 2018, tinggal menunggu kejuatan racikan musik-nya yang baru. ** (SS)

SHARE