Jodoh Makin Seret Karena Punya Mobil Mewah | Male Indonesia - Men in Life Men in Style
Jodoh Makin Seret Karena Punya Mobil Mewah
Gading Perkasa | Relationships

Menemukan jodoh memang bukan perkara gampang. Banyak hal perlu dipertimbangkan, sebab itu berkaitan dengan masa depan Anda nantinya.

male-indonesia-menemukan-jodoh
Photo by William Bayreuther on Unsplash

Namun, berdasarkan hasil sebuah riset terbaru, memiliki mobil mewah dapat mengakibatkan seorang pria lebih sulit menemukan jodoh. Kok bisa begitu?

Penelitian yang dilakukan oleh University of Buffalo, Amerika, menyimpulkan, penampilan terlalu mencolok  semisal mengendarai mobil mewah  hanya akan menjauhkan pria dari jodohnya.

Mereka dipandang kurang bisa dijadikan pasangan untuk hubungan jangka panjang. Bagi responden, mereka sering berganti pasangan seksual dan hanya cocok pada hubungan yang bersifat sementara.

Riset ini telah dipublikasikan dalam jurnal Springer Evolutionary Psychological Science. Demi memperoleh hasil yang akurat, periset melalukan survei kepada 375 responden secara online guna menganalisis penafsiran seseorang terhadap tampilan kekayaan pria.

Para responden diminta membaca deskripsi dua orang pria yang membeli mobil. Mereka juga harus menilai setiap karakter tentang perilaku dalam hubungan asmara serius, pengasuhan anak serta daya tariknya kepada orang lain.

menemukan-jodoh-Male-Indonesia Photo by Marc Schäfer on Unsplash

Kedua pria tersebut membeli mobil dengan anggaran relatif sama. Hanya saja, proses melakukan pembeliannya agak berbeda. Pria pertama mengeluarkan biaya lebih hemat. Sementara yang kedua membeli mobil baru bersama sejumlah modifikasi, seperti cat baru, diameter roda lebih besar dan audio cukup impresif.

Hasilnya, seluruh responden memberi penilaian kepada pria dengan mobil mencolok sebagai orang yang tak tertarik membina hubungan jangka panjang. Sedangkan pria pertama --yang mampu menghemat biaya pembelian mobil mendapat nilai tinggi untuk dijadikan calon pasangan hidup, pemimpin sekaligus pemberi nafkah.

“Peserta riset menganggap, pria yang menginvestasikan uangnya pada barang mewah hanya tertarik membina hubungan jangka pendek,” ujar Daniel Kruger selaku pemimpin penelitian.

Namun, pria yang punya pertimbangan dalam berinvestasi justru dianggap sebagai pasangan potensial di hubungan jangka panjang. Jessica Kruger, salah satu periset juga berpendapat, hasil tersebut cenderung bertentangan dengan gagasan yang selama ini beredar di masyarakat.

Menurut Jessica, banyak orang berpikir jika pria menampilkan sumber daya mencolok maka akan terlihat menarik di mata wanita. Padahal sisi menarik itu hanya untuk sesaat saja, dan malah menimbulkan persepsi bahwa mereka kurang pandai mengelola keuangan ketika sudah menjalin hubungan serius, apalagi urusan rumah tangga. [GP]

SHARE